BPN Pasaman Barat Tuntaskan 1.000 Sertifikat Tanah Milik Masyarakat

Penulis: Ahmad Romi
|
Editor: Zulfikar

Simpang Empat, Padangkita.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasaman Barat telah menuntaskan 1.000 sertifikat atau 1.000 bidang tanah milik masyarakat di daerah itu dalam program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTLS) tahun 2019 dan 2020.

Kepala BPN Pasaman Barat, Arfathas Pait menyebutkan, untuk saat ini sebanyak 180 sertifikat PTSL akan diserahkan ke masyarakat yang terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pasaman di Nagari Aia Gadang dan Kecamatan Koto Balingka di Nagari Parit.

Baca Juga

Menurut Arfathas, program PTSL ditujukan untuk memberikan pelayanan pendaftaran pertanahan pertama kali secara serentak di Indonesia.

“Program PTSL ini dilaksanakan dengan waktu yang relatif cepat, tanpa biaya dalam wilayah nagari atau desa di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat se-Indonesia di Aula Kantor Bupati setempat, Senin (9/11/2020).

Kemudian, berdasarkan musyawarah kebutuhan dan pertimbangan BPN Pasbar, pada tahun 2020 ini lokasi yang menjadi objek PTSL adalah Nagari Aia Gadang di Kecamatan Pasaman dan Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka.

“Saat ini yang akan diserahkan itu sebanyak 180 sertifikat. Namun, hanya 30 orang penerima sertifikat dari Nagari Aia Gadang yang kita hadirkan untuk menerima secara simbolis,” terangnya.

Diakuinya, bahwa kantor BPN Pasbar diberikan target penerbitan sertifikat sebanyak 1.000 bidang dan itu sudah terlaksana 100 persen.

Namun, ia masih berharap dukungan penuh dari Pemerintah Daerah serta kerjasama seluruh jajaran pemangku kepentingan penyelenggaraan pemerintah dan mitra kerja yang ada di Pasbar terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Seperti halnya kerjasama dengan perbankan, sehingga tujuan besar kita untuk membantu melegalkan aset tanah masyarakat dan memberikan aset serta akses bagi masyarakat dalam membangun kesejahteraan dapat segera terwujud,” paparnya.

Selain itu, menurut Arfathas, terkait persoalan-persoalan keagrariaan agar dapat diatasi karena juga dapat menunjang pembangunan daerah serta memberikan sumbangsih peningkatan perekonomian bagi masyarakat.

“Sehingga Pasaman Barat nantinya bisa menjadi kabupaten yang lengkap, maju, modern dengan nilai budaya dan agama yang kuat” pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pasaman Barat, Hansasri mengucapkan terima kasih kepada BPN atas program tersebut.

Ia menilai, hal itu sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu.

Baca juga: Ratusan Warga Kapa “Kawal” Sidang Sengketa Tanah Ulayat di PN Pasaman Barat

“Dengan telah adanya legalitas kepemilikan atas tanah ini, masyarakat kita sudah merasa lebih aman terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya permasalahan yang mengakibatkan hilangnya hak kepemilikan atas tanah tersebut,” ujarnya.

Hansasri juga berharap agar masyarakat bisa bijak dalam penggunaan sertifikat tersebut, terutama untuk mengangkat taraf ekonomi keluarga ke depannya. [zfk]


Baca berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler