BPBD Sumbar Klaim Sosialisasi Mitigasi Bencana Sudah Berjalan di Sekolah hingga Kampus, Infrastruktur Juga Disiapkan

Penulis: Muhammad Aidil
|
Editor: Redaksi

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Mitigasi bencana terhadap masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai Barat Sumatra penting dilakukan

Padang, Padangkita.com – Ancaman gempa yang berpotensi hingga hingga magnitudo 8,9 diikuti tsunami di zona Megathrust Mentawai, memang bukan informasi baru. Itulah sebabnya, mitigasi bencana terhadap sekitar satu juta warga yang tinggal di sepanjang pantai Barat Sumatra menjadi amat penting.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat (Sumbar), Rumainur mengatakan, selama beberapa tahun belakangan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan (mitigasi) bencana di hampir seluruh lapisan masyarakat.

“Mitigasi bencana dan gempa bukan hal baru di Sumbar, ini sudah lama dan kami lakukan tanpa henti terus menerus di tujuh kabupaten dan kota (pantai barat Sumatra) di Sumbar,” kata Rumainur ketika berkunjung ke kantor Padangkita.com, Sabtu (6/3/2021).

Ia menjelaskan, sosialisasi mitigasi kebencanaan tersebut berjalan beriringan. Salah satunya melalui pembelajaran di sekolah. Dirinya mengeklaim, materi mitigasi telah berjalan di setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMP).

“Sasaran kami sampai juga ke tingkat Sekolah Dasar (SD), karena setiap tahun ada yang tamat, sehingga yang baru itu perlu kami beritahu ancaman yang ada di sekitar dia,” katanya.

Tak hanya sekolah, pihaknya juga menyasar mitigasi bencana hingga ke perguruan tinggi, terutama di Kota Padang. Ia mengatakan, rata-rata mahasiswa yang menempuh pendidikan berasal dari luar Sumbar.

“Baik yang kuliah di Padang atau di kabupaten dan kota lainnya di Sumbar, mereka itu ada yang berasal dari sejumlah wilayah, seperti dari Riau, Jambi dan Bengkulu. Ancaman di daerah mereka itu berbeda dengan di Sumbar, (mitigasi) itu yang perlu kami ingatkan,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi dan mitigasi kebencanaan tidak boleh berhenti. Karena, kata Rumainur, masyarakat harus selalu diberikan edukasi mengenai dampak dari gempa bumi dan tsunami.

“Bagi yang belum, mereka harus tahu dan mengenal. Jika memungkinkan waktunya dan dananya ada, mereka harus diikutkan dalam simulasi dan latihan lapangan. Karena, jika seandainya (gempa bumi dan tsunami) benar-benar terjadi, mereka sudah tahu bagaimana menyelamatkan diri,” tuturnya.

Untuk saat ini, kata Rumainur, memang fokus sosialisasi dan simulasi. Sambil menyiapkan infrastruktur dan kegiatan lainnya.

“Jadi, pengetahuannya kami beri, kelengkapan infrastrukturnya kami juga adakan, seperti jalur evakuasi, itu sudah banyak, gedung-gedung yang dibangun sebelum gempa bumi tahun 2009 silam dengan pasca-kejadian, itu sudah berbeda, sudah lebih ramah terhadap gempa,” imbuhnya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar pun terus berupaya melakukan mitigasi bencana mengurangi risiko. Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut juga perlu ditingkatkan.

Tujuh daerah disebut-sebut akan menjadi daerah terdampak parah jika kemungkinan terburuk, yaitu gempa dan tsunami dengan kekuatan dahsyat menerjang Sumbar.

Baca juga: 102 Sekolah di Kota Padang Diedukasi Soal Mitigasi Bencana

Tujuh daerah tersebut yakni, Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Sedikitinya, lebih kurang satu juta penduduk berpotensi menjadi korban terdampak tsunami. [pkt]


Baca berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist