BKSDA Sumbar Sapu Bersih Jerat Babi Pasaman setelah Matinya Harimau Sumatra

BKSDA Sumbar Sapu Bersih Jerat Babi Pasaman setelah Matinya Harimau Sumatra

Jerat babi yang dibuat dari kawat ban truk diamankan BKSDA Sumbar. [Foto: Dok. BKSDA Sumbar]

Lubuk Sikaping, Padangkita.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) melakukan kegiatan sapu bersih jerat babi, pasca-kematian harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Jorong Tikalak, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, pada Selasa (16/5/2023).

Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kematian satwa liar dilindungi, khususnya harimau sumatera akibat ulah manusia.

Harimau sumatra tersebut ditemukan terkena jerat babi yang dipasang oleh pemilik ladang, Munawar, 52 tahun, warga Jorong V Tikalak, Kecamatan, Tanjung Beringin, Kabupaten Pasaman.

Jerat yang digunakan Munawar disebut dengan jerat babi Pasaman yang hanya diproduksi di Pasaman, Sumbar. Jerat tersebut terbuat dari kawat ban truk fuso yang kemudian dijual di daerah Sumbar dan Jambi.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono yang turun langsung memimpin kegiatan menjelaskan, sapu bersih jerat babi tersebut dilakukan melalui sosialisasi penghentian penggunaan jerat ke masyarakat.

Selanjutnya, BKSDA Sumbar berupaya untuk melaksanakan sosialisasi bersama Wakil Bupati Pasaman terkait penghentian penggunaan jerat tersebut.

Ia menyampaikan, bahwa seluruh jerat akan diambil dan diganti dengan jerat plastik, pagar bambu, penaburan kotoran harimau, dan mengundang Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) untuk mencegah adanya babi hutan.

Diinformasikan, saat ini masih terdapat satu individu harimau sumatra yang memiliki usia yang sama dengan indikasi tapak yang seukuran berkeliaran di lokasi kejadian.

“BKSDA Sumbar melalui Tim WRU SKW I bersama Tim PAGARI Sontang Cubadak dan Tim PAGARI Panti Selatan beberapa hari ke depan akan melakukan patroli penghaluan harimau sumatra tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu juga dilakukan pemasangan kamera trap,” ungkap Ardi Andono dalam keterangan tertulis dikutip Padangkita.com dari akun BKSDA Sumbar di Instagram, Minggu (21/5/2023).

Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak pergi sendirian ke kebun, dan melakukan aktivitas pada pukul 09.00 - 16.00 WIB. Kemudian, melakukan penghalauan dengan bunyi-bunyian, dan segera melapor jika ditemukan hal-hal yang dinilai membahayakan.

Baca juga: Miris, Harimau Sumatra yang Terjerat Perangkap Babi Hutan di Pasaman Akhirnya Mati 

“Kepada masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun, karena hal tersebut dapat membahayakan satwa yang dilindungi, sehingga dapat dikenakan sanksi berdasarkan UU No. 5/1990 tentang KSDAE,” ingat Ardi Andono. [*/pkt]

Baca Juga

Catatkan SHU Rp1,9 Miliar, Koperasi KPN Balai Kota Padang Raih Sertifikat Sehat
Catatkan SHU Rp1,9 Miliar, Koperasi KPN Balai Kota Padang Raih Sertifikat Sehat
Harimau Sumatra di Tigo Nagari Berhasil Dievakuasi Setelah 8 Bulan Berkeliaran
Harimau Sumatra di Tigo Nagari Berhasil Dievakuasi Setelah 8 Bulan Berkeliaran
Kunjungi Posko Erupsi Marapi, Andre Rosiade Bantu Dapur Umum Rp25 Juta dan Sembako
Kunjungi Posko Erupsi Marapi, Andre Rosiade Bantu Dapur Umum Rp25 Juta dan Sembako
Prof. Syukri Arief Resmi Pimpin DPW ADI Sumbar, Ini Harapan Sekdaprov Hansastri
Prof. Syukri Arief Resmi Pimpin DPW ADI Sumbar, Ini Harapan Sekdaprov Hansastri
Pengembangan Industri Halal Dipastikan Masuk dalam RPJP Sumbar 2025-2045
Pengembangan Industri Halal Dipastikan Masuk dalam RPJP Sumbar 2025-2045
Andre Rosiade bersama Kapolda Sumbar dan Deputi Kemenkop UKM Bahas Dugaan Penipuan Koperasi di Dharmasraya
Andre Rosiade bersama Kapolda Sumbar dan Deputi Kemenkop UKM Bahas Dugaan Penipuan Koperasi di Dharmasraya