BKSDA Resor Agam akan Tangkap Buaya yang Terkam Warga Tiku V Jorong

Penulis: Muhammad Aidil
|
Editor: Zulfikar

Berita Agam hari ini dan berita Sumbar hari ini: BKSDA Agam akan memasang perangkap untuk mengevakuasi biaya yang terkam warga di Nagari Tiku V Jorong, Agam.

Lubuk Basung, Padangkita.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam akan memasang perangkap untuk mengevakuasi buaya yang diduga menerkam seorang warga di Nagari Tiku V Jorong, Kabupaten Agam, Jumat (12/2/2021).

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, perangkap itu dipasang karena satwa itu diduga telah menyerang Nasril, 50 tahun saat mencabut rumput di pinggiran sungai yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Perangkap tersebut dipasang di lima titik di kawasan tersebut atau di sejumlah aliran sungai, dipasang pada Selasa (16/2/2021) jika tak ada perubahan jadwal,” ujar Ade kepada Padangkita.com via WhatsApp, Minggu (14/2/2021).

Menurut Ade, lokasi Nasril diterkam buaya merupakan daratan yang tergenang air dan berawa, juga ditemukan beberapa bekas tempat buaya berdiam diri atau sarangnya.

“Buaya tersebut keluar lantaran beberapa hari sebelumnya berdasarkan laporan warga, mereka juga melihat sejumlah orang meracuni sungai untuk menangkap ikan, itu dua hari sebelum kejadian (tewasnya) Nasril,” ungkapnya.

Agar kejadian serupa tak terulang lagi, kata Ade, BKSDA sudah mengusulkan kepada Wali Nagari Tiku V Jorong beserta perangkatnya untuk membuat peraturan untuk mengendalikan aktivitas meracuni sungai untuk menangkap ikan, terutama di lokasi yang diduga merupakan sarang buaya.

Ade juga mengimbau agar warga waspada dan hati-hati ketika beraktivitas di dalam dan pinggir sungai atau muara.

Selain itu, Ade juga menyarankan agar tidak beraktivitas pada malam hari, karena buaya aktif malam hari. Lalu, Ade meminta agar menghindari sungai dengan arus tenang serta tidak beraktivitas sendirian.

“Kami juga meminta warga agar mau berbagi ruang dengan buaya, mengingat habitatnya yang semakin menyempit,” papar Ade.

Pengamatan BKSDA, jelas Ade, perilaku dan siklus hidup buaya saat ini juga merupakan musim kawin dan bertelur. Buaya yang akan kawin dan bertelur cenderung akan mencari lokasi yang aman dari gangguan individu lain.

“Terutama induk buaya yang sedang menunggui sarang telurnya, akan sangat agresif dan sensitif terhadap keberadaan makhluk lain, termasuk manusia,” ucap Ade.

Sementara itu, Wali Nagari Jorong V Tiku, Mardios mengatakan, sejak 2019 hingga 2021, sebanyak empat warganya meninggal dunia akibat diterkam buaya.

“Tahun ini satu kali. Makanya kami hendak membuat aturan di nagari terkait aturan ketika di sungai, termasuk soal penggunaan setrum ketika mencari ikan,” ujarnya.

Baca juga: Buaya Muara Ditemukan Bertelur di Kebun Sawit Warga Tiku Agam

Diketahui, buaya merupakan jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. [zfk]


Baca berita Agam hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist