Padang, Padangkita.com – Universitas Andalas (UNAND) menetapkan peta jalan ambisius menuju tahun 2029. Perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa ini tengah memacu mesin akademiknya untuk mendongkrak peringkat universitas melalui penguatan kualitas pendidikan, hilirisasi riset, serta ekspansi reputasi di kancah internasional.
Visi besar tersebut dipaparkan Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., dalam kegiatan temu ramah atau coffee morning bersama puluhan pimpinan redaksi dan jurnalis di The Gade Creative Lounge, Padang, Senin (2/2). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi universitas untuk mempertegas posisi media bukan sekadar penyebar informasi, melainkan mitra pengawas dalam pembangunan ekosistem pendidikan tinggi.
"Kami memiliki target besar hingga tahun 2029 untuk meningkatkan peringkat universitas di level internasional. Untuk mencapai itu, kami butuh media bukan hanya sebagai corong informasi, tapi sebagai mitra strategis (strategic partner) yang ikut mengawasi dan membangun optimisme publik," ujar Efa Yonnedi membuka diskusi.
Dalam forum yang dihadiri lebih dari 30 jurnalis dari berbagai platform tersebut, Efa menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam relasi antara kampus dan pers. Ia menekankan bahwa hubungan yang sehat harus dilandasi rasa saling menghormati profesi, bukan sekadar hubungan transaksional jangka pendek.
"Hubungan kami dengan media tidak bersifat transaksional. Kami memandang media sebagai jembatan komunikasi vital. Kritik dan masukan dari rekan-rekan jurnalis adalah vitamin bagi kami untuk terus berbenah memberikan layanan pendidikan terbaik," tegasnya.
Salah satu strategi utama UNAND dalam mendongkrak reputasi global adalah melalui pengelolaan Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Efa menjelaskan, program ini merupakan instrumen diplomasi lunak (soft diplomacy) Indonesia untuk merangkul mahasiswa dari negara-negara berkembang.
Melalui beasiswa ini, mahasiswa asing mendapatkan pembiayaan penuh, mulai dari tiket pesawat, biaya kuliah, hingga biaya hidup selama menempuh studi di Padang.
"Program KNB ini bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi ini adalah diplomasi pendidikan. Mahasiswa asing yang datang ke sini akan menjadi duta bagi UNAND dan Indonesia ketika mereka kembali ke negaranya. Ini cara kami memperluas jejaring dan memperkenalkan kualitas akademik UNAND di mata dunia," jelas Efa.
Merespons paparan Rektor, perwakilan media menyambut positif keterbukaan informasi yang digagas UNAND. Namun, awak media juga memberikan catatan kritis. Mereka mendorong agar UNAND lebih agresif mempublikasikan konten-konten substansial seperti hasil riset dan inovasi, bukan sekadar berita seremonial.
"Publik butuh pencerahan dari menara gading. Kami berharap dosen dan peneliti UNAND lebih rajin membagikan hasil risetnya dalam bahasa yang populer. Jangan sampai temuan hebat hanya mengendap di perpustakaan, tapi harus berdampak pada literasi masyarakat," ungkap salah satu jurnalis senior yang hadir dalam sesi tanya jawab.
Menanggapi hal itu, Efa Yonnedi berkomitmen menjadikan pertemuan ini sebagai agenda rutin untuk menyelaraskan persepsi.
Baca Juga: Universitas Andalas Komitmen Tingkatkan Kualitas, Bidik Peringkat 5 Nasional
"Sinergi ini akan terus kita perkuat. Kami ingin bersama-sama membangun Sumatera Barat melalui penyebaran informasi yang edukatif, akurat, dan konstruktif," pungkas Rektor. [*/hdp]











