Bekas Pabrik Seng Ternama di Kota Padang Bakal Disulap Jadi Ruang Kreatif Publik

Padang, Padangkita.com – Bekas pabrik seng yang memiliki total lahan seluas 1,1 hektare di Jalan Prof Hamka KM 9,5 Kota Padang bakal disulap menjadi ruang kreatif publik.

Bekas pabrik seng milik Polyguna Nusantara/Tropical Multi Co itu nantinya direnovasi menjadi Fabriek Bloc, sebuah ruang kreatif publik terbaru persembahan M Bloc Group (PT Radar Ruang Riang).

Handoko Hendroyono selaku Co-founder M Bloc Group mengatakan, Fabriek Bloklc merupakan proyek cipta ruang hasil kolaborasi antara pihaknya dengan PT Tropical Multi Co yang kemudian melebur dalam PT Ruang Fabriek Kreatif dan menjadi bagian dari unit usaha M Bloc Group.

Fabriek Bloc, tutur dia, akan menjadi ruang kreatif publik bagi berbagai acara seni, budaya, hiburan, niaga, sekaligus lab inkubator talenta lokal, hingga pemberdayaan bisnis UKM/UMKM yang terkurasi.

Di dalam area Fabriek Bloc ini nantinya terdapat berbagai tenant F&B dan Non-F&B dari UKM/UMKM, M Bloc Market yang berisi toko kelontong aneka produk UKM terkurasi, ruang pertunjukan berkapasitas 700 orang, ruang pameran, hingga ampiteater untuk kegiatan berbagai komunitas kreatif.

“Kehadiran Fabriek Bloc di Padang memiliki misi yang kongkret, memperkuat ekosistem kekuatan kreatif lokal dengan para pemangku kepentingan yang akan saling memberdayakan. Kolaborasi adalah kunci. Pabrik boleh beralih fungsi namun mesin kreatif harus terus menyala dimana-mana,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (12/1/2022) kemarin.

Edward Kusma selaku Direktur Fabriek Bloc sekaligus pemilik lahan, menerangkan, Fabriek Bloc memanfaatkan aset bekas pabrik seng ternama Polyguna Nusantara yang telah berdiri sejak 1971 dan memproduksi beragam jenis seng untuk mensuplai kebutuhan atap jutaan rumah maupun gedung di Sumatra Barat (Sumbar) dan Pekanbaru.

Pada masa jayanya, pabrik seng ini pernah mencetak rekor produksi hingga 100.000 lembar seng per hari. Pada pertengahan 1997, pabrik seng ini beralih kepemilikannya kepada Tropical Multi Co yang meneruskan proses produksi hingga 2016.

“Kota Padang dengan sejarahnya yang begitu panjang, merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia. Sejak jaman dahulu sudah banyak seniman, pemikir, sastrawan dan juga negarawan yang berasal dari Provinsi Sumbar,” jelasnya.

Dia menuturkan, proyek renovasi bangunan ini merupakan amanah dari ayahnya sejak pabrik itu berhenti. Dia menjelaskan ayahnya itu adalah seorang perantau yang lahir di kota Padang dan sudah menetap di Jakarta.

Usia bangunan itu telah mencapai 50 tahun, maka dirinya mengumumkan dimulainya proses renovasi.

“Mudah-mudahan Fabriek Bloc dapat berkontribusi menjadi wadah kegiatan anak-anak muda yang positif demi kemajuan Kota Padang dan Sumbar pada umumnya,” ujar ungkapnya

Edward menyampaikan, pengembangan Fabriek Bloc akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama yang terdiri dari ampiteater, gerai tenant, M Bloc Market rencananya akan diresmikan sekitar April 2022.

Sementara tahap kedua direncanakan pada pertengahan 2022 yang terdiri dari ruang pertunjukan dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengapresiasi renovasi aset bekas pabrik itu menjadi ruang kreatif publik. Dia berharap renovasi itu bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga: Merawat Pabrik Semen Tertua di Indonesia di Indarung Padang Lewat Kegiatan Seni

“Terima kasih kepada M Blok yang telah memilih Kota Padang dari sekian banyak daerah di Indonesia. Luar biasa. Saya senang sekali. Ini menunjukkan Kota Padang semakin lama semakin tacilak dalam bahasa Minangnya,” sebutnya. [fru]

Terpopuler

Add New Playlist