Banyak Pohon Rawan Tumbang di Kota Padang, Ini Langkah Antisipasi DLH

Penulis: Muhammad Aidil

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: DLH Padang memangkas atau menebang pohon untuk mengantisipasi pohon tumbang saat musim hujan dan angin kencang.

Padang, Padangkita.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memangkas atau menebang pohon berukuran besar yang sudah tua untuk mengantisipasi pohon tumbang di tengah musim hujan dan angin kencang yang terjadi belakangan.

Kepala Seksi (Kasi) Pembibitan dan Penghijauan DLH Kota Padang, Romi Sahputra mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak tiga tim dengan dua mobil crane yang disebar di sejumlah titik yang masuk dalam skala prioritas.

Rinciannya, anggota tim berjumlah 22 orang, delapan orang tim 1, dan tujuh orang masing-masing di tim 2 dan 3.

“Kami bekerja setiap hari di tiga titik berdasarkan skala prioritas, mana yang paling membahayakan itu kalau bisa kami dahulukan. Baru setelah itu menindaklanjuti surat masyarakat yang masuk ke DLH. Baik itu pemangkasan atau penebangan pohon. Jadwalnya kami atur, sudah lebih dari 100 surat yang masuk ke kami,” kata Romi kepada Padangkita.com via telepon, Kamis (1/4/2021).

Romi menjelaskan, selain menunggu laporan atau surat masuk, pihaknya juga melakukan monitoring ke lapangan, memantau pohon yang membahayakan, lapuk, atau mengalami pembolongan.

“Itu kami prioritaskan. Rata-rata setiap hari di tiga titik lokasi. Efektif pengerjaan perawatan satu pohon itu bisa memakan waktu dua hingga tiga jam, bekerja dari pukul 08.00 WIB, paling lama selesainya pukul 12.00 WIB,” katanya.

Dalam sehari, kata Romi, tim DLH bisa mengerjakan satu hingga dua pohon, tergantung dari pohonnya. Dia tidak menampik, satu tim maksimal hanya bisa mengerjakan dua pohon. Lebih dari itu petugas akan merasa kewalahan.

“Karena ketika pohonnya besar, itu memakan waktu hingga satu hari, tapi ketika pohonnya berukuran seperti tiang, mungkin bisa cepat selesai. Tergantung kondisi pohonnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, momok utama dalam pengerjaan pemangkasan pohon adalah kabel. Pasalnya, baik kabel listrik dan jaringan internet di Padang masih berada di atas permukaan tanah.

Tak jarang, pihaknya juga harus berkoordinasi dengan PLN, jika memang ada kabel bertegangan tinggi yang mengharuskan pemadaman listrik pada saat pengerjaan agar petugas aman bekerja.

“Pohon yang langsung berhubungan dengan kabel bertegangan tinggi itu memang harus dipadamkan listriknya, tapi ketika tidak, kami cukup minta pendampingan saja dari PLN,” ujarnya.

“Pohon yang sering mendapatkan pemangkasan dari petugas DLH Padang yakni, jenis mahoni, trembesi, angsana, dan lainnya. Fokus pengerjaan saat ini adalah di Khatib Sulaiman, itu rencananya akan kami tebang separuh, termasuk juga kawasan GOR, apalagi Sabtu-Minggu orang banyak beraktivitas di sana,” sambungnya.

Sementara itu, untuk pohon tumbang, kata dia, tanggung jawab awalnya berada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Tapi ketika mereka tak bisa tanggulangi, seperti pohon jatuh ke atap, itu kami yang mengerjakan, karena kami ada crane,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar daun yang gugur tepat di bawah pohon. Selain menyebabkan akar mati, kata Romi, akan terjadi lubang yang menganga di bawah pohon.

Baca juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Kota Padang, 17 Pohon Tumbang di 7 Kecamatan

“Jadi kalau bisa jangan dibakar, itu sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwako), semua sudah ada aturannya. Jika ada pohon yang membahayakan, silakan layangkan surat permohonan ke DLH, itu khusus pohon yang berada di luar lingkungan,” tuturnya. [pkt]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler