Bangun 2 ‘Junction’ Tersulit di Sumatra, Hutama Karya Pakai Teknologi Digitalisasi

Bangun 2 ‘Junction’ Tersulit di Sumatra, Hutama Karya Pakai Teknologi Digitalisasi

Sebagai BUMN yang diandalkan membangun infrastruktur jalan tol, kini PT Hutama Karya (Persero) kembali dapat tantangan baru. Yakni, menggarap 2 proyek junction (simpang susun), Ruas Rengat – Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru (30,57 km) yang merupakan bagian dari ruas pembangunan Tahap II, dan Junction Palembang (8,25 km) dengan 6 ramp konstruksi dari total 10 ramp. [Foto: Dok. Hutama Karya]

Padang, Padangkita.com - Sebagai BUMN yang diandalkan membangun infrastruktur jalan tol, kini PT Hutama Karya (Persero) kembali dapat tantangan baru. Yakni, menggarap 2 proyek junction (simpang susun), Ruas Rengat – Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru (30,57 km) yang merupakan bagian dari ruas pembangunan Tahap II, dan Junction Palembang (8,25 km) dengan 6 ramp konstruksi dari total 10 ramp.

Sebelumnya, Hutama Karya yang juga tengah membangun Jalan Tol Padang – Sicincin sebagai bagian dari Jalan Tol Padang – Pekanbaru, memiliki portofolio dalam membangun simpang susun terumit, yakni Tanjung Mulia di Medan.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan bahwa kedua junction atau persimpangan jalan ini nantinya akan menghubungkan sejumlah ruas di dua provinsi seperti Riau, dan Sumatra Selatan (Sumsel).

“Proyek junction ini kita desain untuk mendukung akses Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang telah beroperasi. Kedua proyek ini mulai digarap pada akhir bulan Desember 2023, dengan target rampung di tahun 2025 mendatang,” ujar Adjib, dikutip Sabtu (15/6/2024).

Menurutnya, hingga akhir Mei 2024, progres fisik Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru telah mencapai 16,27 persen, dengan progres pengadaan lahan sebesar 26,17%.

Proyek ini direncanakan memiliki lebar jalur 3,6 m, serta jumlah lajur 2x2 pada tahap awal. Dari sisi fasilitas struktur, dilengkapi dengan 1 Tempat Istirahat Pelayanan (TIP) atau Rest Area Tipe A pada titik STA 190+450, 3 Gerbang Tol, 3 Interchange (IC), dan 3 Jembatan Sungai.

Sementara itu, lanjut dia, jalan tol yang memiliki kecepatan rencana maksimum 100 km/jam ini secara spesifik akan menghubungkan Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dengan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang yang diharapkan dapat bermanfaat untuk mendukung konektivitas di Provinsi Riau, sehingga mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi wilayah melalui kemudahan mobilisasi kebutuhan logistik.

Pada periode yang sama, progres pengerjaan Junction Palembang telah mencapai 26,48%, dengan progres pengadaan lahan sebesar 83,94%. Dari segi teknis, proyek ini dilengkapi dengan lebar lajur 4 m, dan kecepatan rencana 40-60 km/jam.

“Nantinya akan menghubungkan sejumlah jalan tol yang telah beroperasi di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) seperti jalan tol Kayu Agung – Palembang, Palembang – Indralaya, Indralaya – Prabumulih, dan Palembang – Betung,” kata Adjib.

Proyek Jalan Tol Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru melewati berbagai macam medan dari perbukitan, rawa dan sungai. Dalam proses konstruksinya membutuhkan berbagai jenis soil improvement yang diterapkan dalam perbaikan tanah dasar untuk badan jalan.

Adapun antangan pada proyek Junction Palembang didominasi oleh struktur menggunakan pile slab dan jembatan tinggi, d imana trase tersebut melintasi jalan tol eksisting yang beroperasi,

Sehingga, untuk menjawab tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan penggunaan digitalisasi konstruksi pada seluruh tahapannya, mulai dari perencanaan, konstruksi, bahkan pengarsipan data. Berbagai teknologi yang digunakan meliputi BIM (Building Information Modeling), TLS (Terrestrial Laser Scanning), GIS Dashboard, Video Surveillance, HK Automate, Photogrammetry.

“Implementasi digital construction ini bermanfaat ganda bagi pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh HK seperti memungkinkan perencanaan dan desain yang lebih akurat, memberikan visualisasi konstruksi yang akan membantu mengidentifikasi potensi masalah serta mengurangi risiko human error,” kata Adjib.

Sekadar informasi, hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sepanjang 1.030 km, termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi. Untuk ruas tol konstruksi 230 km dan 800 km ruas tol Operasi.

Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh ialah Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km), Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), Tol Palembang – Indralaya (22 km), Tol Medan – Binjai (17 km), dan Tol Pekanbaru – Dumai (132 km).

Baca juga: Hutama Karya Jamin Tol Padang – Sicincin selesai Sesuai Target asal Pembebasan Lahan 100%!   

Kemudian, Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2 – 6 (49 km) serta Tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Tanjung Pura (38 km), Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17 km), Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 km), Tol Bangkinang – XIII Koto Kampar (25 km), Tol Indralaya – Prabumulih (64 km), Tol Indrapura – Kisaran (48 km), dan Tol Tebing Tinggi – Indrapura (28,5 km).

[*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Si Jek Tukang Cukur
Si Jek Tukang Cukur
Rekonstruksi di Lembah Anai Dikebut, Gunakan Jalur Malalak dan Sitinjau Lauik dengan Bijak
Rekonstruksi di Lembah Anai Dikebut, Gunakan Jalur Malalak dan Sitinjau Lauik dengan Bijak
Ada Kabar Baik soal Tol Padang – Sicincin dari Hutama Karya, Simak Progresnya!
Ada Kabar Baik soal Tol Padang – Sicincin dari Hutama Karya, Simak Progresnya!
Bangun 800 Km Tol Trans Sumatera hingga Juni, Andre Rosiade Apresiasi Kinerja Hutama Karya
Bangun 800 Km Tol Trans Sumatera hingga Juni, Andre Rosiade Apresiasi Kinerja Hutama Karya
Warga Sumbar Mendambakan Jalan Tol, Segini Pertambahan Panjangnya Tiap Tahun
Warga Sumbar Mendambakan Jalan Tol, Segini Pertambahan Panjangnya Tiap Tahun
Perbaikan Jembatan Amblas di Depan SMAN 2 Bayang Perlu Penanganan Komprehensif
Perbaikan Jembatan Amblas di Depan SMAN 2 Bayang Perlu Penanganan Komprehensif