Artistik dan Miliki Sejarah Tinggi, Stasiun KA Padang Panjang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Menarik

Penulis: Wina

Berita Padang Panjang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Stasiun Kereta Api yang berada di Padang Panjang sangat artistik dan memiliki nilai sejarah yang tinggi

Padangkita.com – Stasiun kereta api (KA) merupakan tempat kereta api berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Biasanya tempat ini dipergunakan masyarakat untuk bepergian ke suatu tempat.

Jika hanya untuk pergi ke stasiun tanpa ada tujuan lain, tampaknya bukanlah han yang menarik. Mereka biasanya menganggap bahwa stasiun kereta api bukanlah tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Namun berbeda hal nya dengan stasiun Kereta Api yang berada di Padang Panjang ini. Stasiun ini sangatlah artistik dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Hal itu lantaran stasiun ini dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. Oleh sebab itu, tak heran jika banyak orang yang hanya ingin berkunjung ke stasiun yang berada di stasiu KA PAdang Panjang ini.

Tak sedikit juga yang meningalkan jejak digitalnya di tempat yang sudah lama dibangun ini.

Dilansir dari Kumparan, Stasiun Padang Panjang (PP) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas II yang berada di Jalan Sutan Syahrir, Silaing Atas, Padang Panjang Barat, Padang Panjang.

Stasiun yang terletak pada ketinggian +773 m dpl ini termasuk dalam Divisi Regional II Sumatra Barat. Stasiun Padang Panjang ini dulunya merupakan percabangan antara Padang, Payakumbuh, dan Sawahlunto.

Sekarang, jalur menuju Payakumbuh sudah dinonaktifkan. Saat ini stasiun ini hanya menjadi terminus untuk kereta api dari Sawahlunto, karena jalur kereta api menuju Padang masih direnovasi dan diperkuat, sehingga belum bisa dilewati kereta api.

1. Spot Foto Menarik

Stasiun Padang Panjang mempunyai subdipo lokomotif, yang digunakan menyimpan lokomotif BB204.

Selain itu, stasiun ini dahulu menjadi pemberhentian kereta api batu bara dari pertambangan batu bara Ombilin di Sawahlunto yang hendak menuju Pelabuhan Teluk Bayur, yang sudah tidak aktif sejak awal tahun 2003 karena habisnya batu bara.

Bekas gerbong-gerbong pengangkut batu bara masih disimpan dan dirawat dengan baik di stasiun ini.

Kereta api terakhir yang berhenti di stasiun ini adalah kereta api wisata Danau Singkarak, yang sudah nonaktif pula secara reguler sejak 2014.

Dulu stasiun Kereta Api Padang Panjang ini merupakan salah satu stasiun sentral, karena pada stasiun ini merupakan titik pertemuan jalur rel dari Bukittingi, Solok dan dari Padang.

Sejak tahun 2000-an awal stasiun ini bisa dikatakan tidak aktif lagi. Namun pada tahun 2017, rel serta bangunan stasiun sudah mulai dibenahi kembali.

Stasiun Kereta Api Padang Panjang memiliki ukuran panjang 53 meter dengan lebar 10,5 meter. Bangunan utama stasiun ini memiliki ruang sebanyak 2 bagian, yaitu bagian timur dan barat.

Bagian timur memiliki 4 ruangan, sedangkan sisi barat memiliki 8 ruangan.

Bangunan utama stasiun kereta api Padang Panjang ini dibangun dari bata dan kayu. Serta memiliki pintu sebanyak 13 buah, yaitu sisi utara 5 pintu, dan 8 pintu pada sisi selatan.

Arah hadap dari bangunan ini yaitu dari sisi utara. Bagian barat dari bangunan ini sudah ditambah bangunan baru yang dibangun sekitar tahun 1986-1987 dengan tidak merubah bentuk dari bangunan utama.

Bagian utara dari bangunan ini yang merupakan arah hadap bangunan sudah diberi bangunan tambahan yang beratap gonjong.

Selain dari bangunan utama, stasiun Padang Panjang juga memiliki bangunan pendukung antara lain depo yang berfungsi sebagai gudang, mes dan bangunan pendukung lainnya.

Terpopuler