Aplikasi Hoax Tim CIMOL Indonesia Juara Asia Tenggara

Penulis: Ramono Aryo
Tim CIMOL Indonesia (Foto: ITB.ac.id)

Padangkita.com – Tim CIMOL dari Indonesia menjadi pemenang Final Imagine Cup Asia Tenggara 2017 mengalahkan sembilan tim lain dari negara-negara di Asia Tenggara.

Tim CIMOL menggagas aplikasi Hoax Analyzer, aplikasi berbasis web yang bertujuan untuk memerangi proliferasi berita palsu atau hoax. Developer asal ITB (Institut Teknologi Bandung) terpilih menjadi wakil Indonesia di babak final kejuaraan Microsoft Imagine Cup 2017 Asia Tenggara (23–26 April 2017) yang berlangsung di Manila, Filipina.

Tim ini terdiri dari Feryandi Nurdiantoro (Teknik Informatika 2013), Tifani Warnita (Teknik Informatika 2013), dan Adinda Budi Kusuma Putra (Sistem dan Teknologi Informasi 2013).

Hoax Analyzer yang dikembangkan oleh Tim Cimol ITB adalah aplikasi berbasis situs yang berfungsi untuk menganalisis kebenaran dari pernyataan atau informasi berdasarkan sumber-sumber fakta yang beredar di internet.

Proses pengecekan yang dilakukan oleh Hoax Analyzer menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP), yaitu pengolahan bahasa yang sering digunakan sehari-hari oleh manusia agar dapat dimengerti komputer, dan Machine Learning, yaitu proses pembelajaran komputer dari data.

Hasil analisis yang ditampilkan oleh Hoax Analyzer adalah kesimpulan mengenai keabsahan informasi, persentase keyakinan menurut data-data yang tersedia, dan daftar sumber fakta terkait.

Tim CIMOL

Berkat kemenangan ini tim CIMOL dan 2 tim lainnya akan melakukan perjalanan inovasi ke tingkat berikutnya di Imagine Cup World Finals yang diadakan di Seattle pada bulan Juli ini.

50 Tim mahasiswa dari seluruh dunia akan bersaing untuk mendapatkan hadiah utama lebih dari 1 Milyar rupiah, kesempatan bimbingan dengan CEO Microsoft, Satya Nadella, serta hibah dan kredit dari Azure untuk realisasi pemasaran produk.

Ada pun peraih runner-up pertama adalah Tim HeartSound dari Singapura sedangkan tim Opticode dari Filipina memenangkan posisi juara runner-up kedua pada kompetisi ini.

Tim HeartSound menciptakan S3, sebuah perangkat cerdas yang dapat dipakai dengan menggabungkan fungsi stetoskop dan mesin elektrokardiografi. Perangkat ini secara aktif dapat memantau detak jantung penggunanya dan memberikan notifikasi secara nirkabel
kepada dokter jika ada kelainan sehingga pasien dapat menerima pemeriksaan atau perawatan lebih lanjut tanpa penundaan.

Sedangkan tim Opticode menciptakan aplikasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan para tunanetra dengan Minerva, sebuah aplikasi virtual assistant mobile dengan kekuatan pada kamera smartphone untuk mengidentifikasi objek di dunia nyata. Misalnya, jika Pengguna
mengarahkan kamera ke objek kotak sereal, asisten virtual akan menjelaskan objek dengan keras melalui speaker pada smartphone.

Selain Indonesia, Singapura, dan Filipina, empat tim mahasiswa lainnya dari seluruh wilayah Asia Tenggara juga terpilih untuk bersaing di Final Dunia untuk pengakuan atas usaha mereka dalam berinovasi.

Tim dari Bangladesh, Tim Parasitica dengan aplikasi diagnosa medisnya yang bernama fasTnosis juga memenangkan penghargaan ‘Most Popular Team’, yang dinilai berdasarkan hasil pemungutan suara secara online pada final regional.

Secara keseluruhan, Microsoft akan mensponsori total tujuh tim untuk memenuhi standar Asia Tenggara di Final Dunia Juli ini, sehingga dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan kreativitas dan inovasi di kalangan pemuda Asia Tenggara di mata dunia.

Terpopuler

Add New Playlist