Antrean Solar Timbulkan Kemacetan, Pertamina: Solar Hanya Dijual Malam Hari

Penulis: Muhammad Aidil
|
Editor: Zulfikar

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Antrean untuk mendapatkan solar di Kota Padang, Sumbar timbulkan kemacetan, ini penyebabnya.

Padang, Padangkita.com – Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah kawasan Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) selama sepekan terakhir. Penyebabnya, karena Solar yang hanya dijual pada malam hari.

Akibat antrean panjang tersebut, kemacetan tak terelakkan lantaran pengguna bahan bakar untuk mesin diesel tersebut membawa kendaraan berukuran besar dan panjang.

“Kemarin saya harus mengantre selama tiga jam lamanya, waktu yang cukup seharusnya bagi saya mengantarkan barang ke tujuan tempat waktu,” ujar seorang sopir truk, Chandra, 25 tahun saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Kamis (17/6/2021).

Menanggapi hal itu, Penjabat Sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Regional Sumbagut, Nurhidayanto menyebut bahwa penjualan BBM jenis Solar di Kota Padang hanya dilakukan pada malam hari saja.

“Selain itu, pengendalian konsumsi Solar sudah diterapkan di seluruh SPBU Sumatra Barat (Sumbar). Kami juga menerapkan ketentuan pencatatan nomor polisi (nopol), artinya, untuk kontrol saja, jika ada yang bolak balik dalam satu hari di satu SPBU, maka nomor telpon dan nopol kendaraannya akan muncul dan tidak bisa diisi lagi jika sudah melebihi kuota yang ditetapkan,” ujarnya.

Nurhidayanto mengatakan, penyaluran Solar bersubsidi di Kota Padang masih dalam kondisi normal, rata-rata sebesar 220 Kiloliter (KL) per hari di Kota Padang. Khusus hari ini saja, katanya, penyaluran Solar sudah tembus sebanyak 230 KL.

“Kendaraan bermotor perseorangan roda empat paling banyak 60 liter per kendaraan, kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda empat paling banyak mengisi 80 liter per kendaraan. Sementara itu untuk kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda enam paling banyak mengisi 200 liter per hari per kendaraan sesuai aturan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas,” paparnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 109 SPBU sudah melakukan input rekap langsung pengisian solar bersubsidi sesuai yang ditetapkan BPH Migas.

“Kami telah meminta aparat terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di dalam Kota Padang untuk menjual Solar pada malam hari saja,” jelasnya.

Ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengkonsumsi Solar sesuai penggunaan dan mulai beralih ke BBBm berkualitas pengganti solar seperti Dexlite maupun Pertamina Dex yang sudah tersedia di SPBU Pertamina.

Baca juga: Realisasikan Permintaan Andre Rosiade, BPH Migas Tambah Kuota BBM Bersubsidi untuk Sumbar

“Sehingga tidak mengganggu alokasi kuota konsumen yang berhak atas solar subsidi,” katanya. [zfk]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler