Antispasi Rabies, 11.500 Vaksin Disiapkan Pemkab Pessel

Antispasi Rabies, 11.500 Vaksin Disiapkan Pemkab Pessel

Ilustrasi (foto: pexels)

Lampiran Gambar

Ilustrasi (foto: pexels)

Padangkita.com - Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap ancaman gigitan anjing liar yang dapat menyebabkan penyakit rabies. Hingga saat ini masih banyak ditemui anjing-anjing liar yang bebas berkeliaran dan sulit untuk dihilangkan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pessel, Hazrita menyatakan bahwa ancaman gigitan anjing liar di daerahnya masih sangat tinggi, untuk itu masyarakat diminta untuk selalu waspada dan siaga.

Menurutnya hal ini disebabkan dampak pelepasan anjing-anjing milik masyarakat sehingga tidak ada kontrol dan rawan menimbulkan virus rabies.

"Sebagian besar masyarakat masih melepas anjing piaraanya secara liar. Karena tidak terkontrol dan terpelihara, sehingga rawan bisa menimbulkan virus rabies," katanya, Selasa, (26/07/2017).

Untuk itu, pada tahun 2017 ini pemkab telah menyiapkan 11.600 vaksin anti rabies. Jumlah tersebut berasal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyediakan vaskin anti rabies sebanyak 5.500 dosis. Sedangkan dari Pemvrov Sumbar sebanyak 6.000 dosis.

"Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut pemkab teah menyiapkan 11.600 dosis, dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebanyak 5.500 dosis. Dari Pemvrov Sumbar sebanyak 6.000 dosis," ujarnya dikutip dari situs pemkab.

Selain itu, Dinas juga menganjurkan masyarakat untuk memberi vaksin anti rabies bagi anjing peliharaan atau anjing buruannya masing-masing.

Karena menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memvaksin binatang peliharannya masih sangat rendah.

"Kesadaran masyarakat kita masih minim sekali," jelasnya lagi.

Sosialiasai pun gencar dilakukan bertujuan agar kesadaran masyarakat agar melakukan pemiliharaan terhadap anjing piaraanya secara benar bisa tercapai.

Saat ini, populasi anjing liar di kabupaten Pesisir Selatan diperkirakan mencapai 22 ribu ekor yang tersebar di 15 kecamatan yang ada.

Tag:

Baca Juga

Puskesmas Air Santok Pariaman Satu-satunya Percontohan tentang Inovasi ILP di Sumbar
Puskesmas Air Santok Pariaman Satu-satunya Percontohan tentang Inovasi ILP di Sumbar
Bromat di Atas Ambang Batas Berbahaya, Sumbar belum Punya Laboratorium untuk Memeriksa
Bromat di Atas Ambang Batas Berbahaya, Sumbar belum Punya Laboratorium untuk Memeriksa
Mahasiswa Unand Ciptakan Alat Pendeteksi Dini Kanker Kulit Paling Ganas
Mahasiswa Unand Ciptakan Alat Pendeteksi Dini Kanker Kulit Paling Ganas
Selama Tahun 2022, Anggota DPR RI Darul Siska Prioritaskan Atasi Permasalahan Stunting
Selama Tahun 2022, Anggota DPR RI Darul Siska Prioritaskan Atasi Permasalahan Stunting
Februari Hingga Agustus, Kasus Stunting di Banuhampu Turun Signifikan
Februari Hingga Agustus, Kasus Stunting di Banuhampu Turun Signifikan
Masakan Rendang, Bagus Mana Pakai Daging Sapi atau Daging Kerbau? Cek Penjelasan Ini
Masakan Rendang, Bagus Mana Pakai Daging Sapi atau Daging Kerbau? Cek Penjelasan Ini