Padang, Padangkita.com – Di tengah tantangan geografis Sumatera Barat (Sumbar) yang rawan bencana, keandalan informasi menjadi kunci keselamatan warga.
Menyadari hal tersebut, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menempatkan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) sebagai elemen vital dalam strategi mitigasi bencana kota.
Hal tersebut ditegaskan Fadly saat menghadiri Pengukuhan Pengurus ORARI Lokal Padang Periode 2025–2028 di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, ketika infrastruktur telekomunikasi seluler lumpuh akibat bencana, radio amatir sering kali menjadi satu-satunya jalur komunikasi yang bertahan.
"Sumatera Barat khususnya Kota Padang memiliki potensi bencana alam yang hampir terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, keberadaan jaringan komunikasi masyarakat melalui radio amatir sangat strategis sebagai penghubung informasi, terutama dalam kondisi darurat," ujar Fadly Amran dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mendorong pengurus baru ORARI untuk segera melakukan konsolidasi data. Ia meminta adanya basis data terpadu yang memetakan anggota serta pihak-pihak yang memiliki perangkat radio komunikasi di seluruh penjuru kota untuk mempercepat peringatan dini.
"Dengan hadirnya ORARI sebagai payung organisasi, kita berharap semakin banyak instansi, perusahaan, dan tokoh masyarakat yang tergerak untuk bergabung dan berkontribusi," tambahnya.
Fadly juga mengapresiasi konsistensi ORARI Lokal Padang yang selama ini telah menjadi mitra taktis pemerintah. Sinergi ini dinilai sejalan dengan semangat tagline Padang Siap, sebuah gerakan kesiapsiagaan menghadapi segala potensi ancaman bencana.
"Ketika ORARI hadir, ini merupakan perwujudan visi untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada. Harapannya, koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang semakin erat," jelas Wali Kota.
Merespons harapan pemerintah kota, Ketua ORARI Lokal Padang terpilih, Yasril, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi. Namun, ia juga menyampaikan aspirasi terkait penguatan infrastruktur organisasi agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal.
Yasril berharap pemerintah kota dapat memfasilitasi kebutuhan sekretariat yang representatif. Fasilitas ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat komando dan pengendalian mini bagi komunitas radio.
"Kami juga berharap adanya dukungan fasilitas, terutama terkait lahan dan ruang sekretariat, guna memperkuat infrastruktur radio komunitas, sehingga komunikasi jarak jauh saat terjadi bencana dapat berjalan lebih optimal," ungkap Yasril.
Adapun dalam kepengurusan periode 2025–2028 ini, Yasril dipercaya sebagai Ketua, didampingi Riki Azwar sebagai Wakil Ketua, Iwan Gunadi sebagai Sekretaris, dan Joni Irvan sebagai Bendahara. Pengukuhan dilakukan oleh Sekretaris ORARI Daerah (ORDA) Sumatera Barat, Yulfandri. [*/hdp]











