Amartha Telah Salurkan Pinjaman Rp208 Miliar di Sumbar, Begini Target 2022

Padang, Padangkita.com – Perusahaan teknologi finansial peer to peer lending, PT Amartha Mikro Fintek telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp208 miliar di Sumatra Barat (Sumbar) hingga Oktober 2021. Penyaluran tersebut tumbuh 167 persen dibanding tahun lalu, yakni sebesar Rp78 miliar.

Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto mengatakan pinjaman Rp208 miliar tersebut disalurkan kepada lebih dari 46.000 mitra perempuan pengusaha mikro di Sumbar.

“Mereka sebagian besar menjalankan usaha di sektor perdagangan, seperti warung makan, warung kelontong, warung kopi, dan lain-lain,” ujarnya saat konferensi pers di Hotel Santika Premiere Padang, Rabu (24/11/2021).

Jumlah tersebut, tutur dia, meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah mitra binaan Amartha di Sumbar pada tahun lalu yakni sekitar 18.000 orang.

Penyaluran pinjaman dilakukan di 489 desa di Sumbar dengan daerah penyaluran tertinggi yaitu Kota Padang, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Tingkat pengembalian juga stabil yakni mendekati 100 persen,” jelasnya.

Tak ayal, Aria pun mengakui Sumbar masuk sebagai salah satu provinsi di Sumatra dengan pertumbuhan bisnis paling pesat jika dibandingkan tahun 2020 dengan kualitas portofolio yang sangat baik.

Sebagai informasi, Amartha telah melakukan ekspansi bisnis ke Sumatra sejak 2020 lalu. Sesuai dengan misi Amartha untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata, pihaknya senantiasa mendorong penyaluran pembiayaan produktif di area-area di luar Pulau Jawa, terutama Sumatra.

“Hal ini kami lakukan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi sektor mikro pasca-pandemi, karena kami sangat terinspirasi dengan ketangguhan dan semangat para perempuan pengusaha mikro untuk bangkit dan sejahtera,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Amartha pun menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp400 miliar di 2022 khusus untuk wilayah Sumbar.

Head of Micro Business Amartha wilayah Sumatra, M Akib, yang hadir pada acara serupa, mengatakan Amartha mengerahkan hampir 300 orang tenaga lapangan yang tersebar di Sumbar untuk memonitor perkembangan usaha para mitra.

“Ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memastikan kualitas pinjaman dari mitra, terlebih di masa pandemi yang cukup memberi dampak bagi UMKM,” terangnya.

Dia mengemukakan tenaga lapangan tersebut membantu mitra untuk tetap produktif dengan memberikan berbagai pelatihan seperti pelatihan literasi keuangan, kewirausahaan, maupun literasi digital atau teknologi.

Sementara itu, untuk mendukung produktivitas mitra pelaku usaha mikro di Sumbar, Amartha mengoptimalkan penggunaan aplikasi Amartha+, yakni aplikasi yang dibuat khusus untuk para mitra agar dapat meningkatkan penjualannya melalui transaksi online.

Menurut Akib, Aplikasi Amartha+ telah dimanfaatkan oleh lebih dari 37.000 mitra di Sumbar, menjadikannya sebagai provinsi dengan mitra terbanyak yang mengadaptasi digitalisasi di seluruh Sumatra.

Dia menjelaskan aplikasi Amartha+ menyediakan fasilitas belanja borongan bagi para mitra. Melalui fitur PPOB, mitra secara bersama-sama dapat membeli bahan untuk modal usaha dengan harga grosir, sehingga dapat memperoleh untung lebih besar dari selisih harga pasar.

Amartha+ juga menyediakan layanan pembelian pulsa, pembayaran tagihan PDAM, dan pembayaran tagihan listrik.

“Hal ini sejalan dengan intervensi Amartha untuk mendorong percepatan kesejahteraan mitra. Dengan melakukan transformasi digital, Amartha dapat membantu mitra dan warga sekitarnya tetap produktif di masa PPKM walaupun dengan pembatasan aktivitas di luar rumah,” imbuh Aria.

Selain menyediakan aplikasi Amartha+, para mitra di wilayah Sumbar juga menerima pelatihan wirausaha digital secara online. Pelatihan ini mendorong para mitra untuk mulai memanfaatkan platform marketplace online untuk mempromosikan usahanya.

“Beberapa pelatihan juga diberikan melalui platform WhatsApp bekerja sama dengan universitas, agar lebih mudah diikuti oleh mitra dan menjangkau lebih banyak peserta,” sampainya.

Baca juga: Butuh Rp3,5 T Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Ini Perintah Mahyeldi ke OPD

Amartha juga menargetkan agar 95 persen mitra dapat menggunakan aplikasi Amartha+ di tahun mendatang. [fru/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist