Ada Terowongan Gajah, Reptil dan Primata di Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Ini, Begini Bentuknya

Penulis: Redaksi

Banda Aceh, Padangkita.com – Panjang Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) yang telah beroperasi telah mencapai 30 km. Terbaru, Seksi 2 Seulimeum–Jantho sepanjang 6,35 km diresmikan pada April 2022.

Sementara itu, untuk ruas-ruas sisanya, saat ini masih dalam proses pembangunan konstruksi. Ruas yang tengah dibanguna adalah Ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Padang Tidji–Seulimeum, Seksi 5 Blang Bintang–Kutobaro telah mencapai, dan Seksi 6 Kutobaro–Simpang Baitussalam mencapai.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menegaskan, pihaknya selaku pengembang dan pengelola JTTS berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tol agar dapat tersambung seutuhnya yang nantinya akan terbentang sepanjang 74,2 km.

“Keseluruhan konstruksi pada ruas tol ini ditargetkan selesai pada awal 2023 mendatang, sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” tutur Koentjoro dalam keterangan tertulis, Kamis (13/10/2022).

Lebih lanjut ia menyebutkan, Hutama Karya juga membangun terowongan perlintasan satwa liar pada Jalan Tol Sibanceh untuk mengakomodasi habitat satwa liar sekitar. Sebelumnya, Hutama Karya telah membangun terowongan perlintasan gajah di Tol Pekanbaru–Dumai.

Terowongan untuk perlintasan satwa liar di Tol Sibanceh, tepatnya berada di Seksi 1 Padang Tidji–Seulimeum. Rencananya, terowongan akan terbagi menjadi 3 bagian. Pertama, perlintasan dengan struktur konstruksi jembatan untuk gajah di KM 13+755 hingga 13+871.

Kedua, perlintasan dengan menggunakan produk beton tulang pracetak berbentuk segi empat untuk reptil di KM 10+000 hingga 15+100. Dan, ketiga, perlintasan dengan konstruksi jembatan kanopi jaring kabel untuk primata di KM 11+000 hingga KM 13+0000.

“Saat ini progres pekerjaan untuk jembatan gajah sudah mencapai 66%. (Sebanyak) 5 dari 10 boks beton untuk perlintasan reptil, dan untuk perlintasan primata masih dalam proses observasi BKSDA yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023,” ujar Koentjoro.

Baca juga: Selain Punya Perlintasan Hewan, Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Ini yang Pertama Pakai Teknologi CSP

“Kami berharap perlintasan satwa liar ini dapat mempertahankan ekosistem satwa sekitar dan menciptakan infrastruktur yang ramah lingkungan serta mengantisipasi risiko satwa liar yang masuk ke main road jalan tol,” kata Koentjoro lagi. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

No Content Available

Add New Playlist