Ada Teknologi ‘Sound Barrier’ di Jalan Tol, Apa Gunanya?

Ada Teknologi ‘Sound Barrier’ di Jalan Tol, Apa Gunanya?

Sound barrier yang terpasang di salah satu ruas jalan tol. [Foto: Dok. BPJT PUPR]

Jakarta, Padangkita.com – Jalan tol di Indonesia tidak hanya dibangun membelah gunung, melintasi lembah, hingga menyeberangi laut. Namun, khusus di perkotaan, ruas jalan tol juga ada yang melewati kawasan permukiman penduduk, pusat layanan masyarakat atau lokasi keramaiaman.

Diketahui, kecepatan kendaraan di jalan tol memang menimbulkan suara yang kurang nyaman bagi pendengaran. Berangkat dari kondisi inilah, diciptakan teknologi sound barrier.

Bentuknya berupa dinding peredam suara yang ditujukan untuk meminimalisasi kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan yang melintas di jalan tol, serta juga berasal dari suara gesekan ban dengan aspal sehingga menimbulkan suara cukup keras.

Mengutip Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), teknologi sound barrier memang tidak dipasang di semua area jalan tol. Atau hanya terpasang di beberapa spot tertentu. yang bertujuan untuk mengurangi suara di sekitar permukiman rumah penduduk, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pusat kegiatan masyarakat lainnya.

“Meskipun suara kendaraan masih terdengar cukup jelas, namun dengan adanya teknologi sound barrier yang sudah terpasang di beberapa spot tertentu yang membuat suara lebih rendah, tentunya akan membuat telinga orang di sekitar lebih nyaman,” demikian penjelasan BPJT dikutip Minggu (3/12/2023).

Baca juga: Ini 8 Teknologi yang Diterapkan dan Dikembangkan HK dalam Pengelolaan Jalan Tol

Konstruksi sound barrier dengan tinggi mencapai 7 meter, biasanya dilengkapi dengan bangunan tembok cukup tinggi dan ditambahkan dengan bangunan sejenis pagar. Kemudian, sebagai pelengkap, sound barrier ini bisa berasal dari alam, seperti ditanamkan pohon-pohon besar untuk mengurangi noise.

Diketahui, pembangunan jalan tol di Indonesia yang masif sejak 10 tahun terakhir memang banyak memanfaatkan teknologi mutakhir. Mulai dari proses pembangunan hingga pengelolaannya. Sebagian di antaranya merupakan teknologi karya anak bangsa. [*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Bersiap Sambut Pemudik Lebaran 2024, Pemko Padang Tambal Lubang di 30 Ruas Jalan
Bersiap Sambut Pemudik Lebaran 2024, Pemko Padang Tambal Lubang di 30 Ruas Jalan
Dulu Dianggap Jalur Ekstrem, Kini Jalan Menuju Kawasan Air Dingin Mulus dan Lapang
Dulu Dianggap Jalur Ekstrem, Kini Jalan Menuju Kawasan Air Dingin Mulus dan Lapang
Setelah 4 Bulan Gratis, Kini 2 Ruas Tol Trans Sumatra Ini Ditetapkan Tarif Segini
Setelah 4 Bulan Gratis, Kini 2 Ruas Tol Trans Sumatra Ini Ditetapkan Tarif Segini
Jalan Tol Japek II Selatan Disiapkan Fungsional Dukung Arus Mudik Lebaran 2024
Jalan Tol Japek II Selatan Disiapkan Fungsional Dukung Arus Mudik Lebaran 2024
Andre Rosiade Jelaskan Progres Proyek Flyover Sitinjau Lauik Senilai Rp4,8 Triliun
Andre Rosiade Jelaskan Progres Proyek Flyover Sitinjau Lauik Senilai Rp4,8 Triliun
Flyover Sitinjau Lauik Masuk Proses Pengadaan Lahan, Panjang 12,78 km dan Butuh 18,7 Hektare
Flyover Sitinjau Lauik Masuk Proses Pengadaan Lahan, Panjang 12,78 km dan Butuh 18,7 Hektare