Cabai Merah Naik Picu Inflasi di Padang dan Bukittinggi

Cabai Merah Naik Picu Inflasi di Padang dan Bukittinggi

Cabai merah di Pasar Raya Padang (Foto: Aidil Sikumbang)

Lampiran Gambar

Cabai merah di Pasar Raya Padang (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Naiknya harga sejumlah komoditi pokok menyebabkan dua kota besar di Sumatera Barat, yakni Padang dan Bukittinggi mengalami inflasi masing-masing 013 persen dan 0,31 persen selama September 2017.

“Dari 10 komoditi yang paling tinggi kenaikannya adalah cabai merah. Di Padang naik 4,92 persen dan Bukittinggi naik 10,83 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Sukardi, Senin (2/10/2017).

Ia menuturkan selain cabai merah yang kembali mengalami kenaikan harga, inflasi Sumbar juga dipicu naiknya harga komoditi lain, seperti emas perhiasan, rokok kretek, dendeng, beras, rokok kretek flter, minyak goreng, teri dan jengkol di Kota Padang.

Kemudian di Bukittinggi yang mengalami kenaikan adalah biaya akademi perguruan tinggi, ikan tongkol, emas perhiasan, cabai hijau, beras, dencis, belut, laptop, dan pakaian.

Sukardi menuturkan sepanjang Januari – September laju inflasi Kota Padang berada pada 0,71 persen dan Bukittinggi 0,26 persen.

Secara year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi Kota Padang dan Bukittinggi masih di bawah inflasi nasional yang mencapai 3,72 persen. Masing-masing dua kota itu mencatatkan inflasi 2,49 persen dan 1,13 persen.

BPS mencatat dari 23 kota di Sumatra, 16 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara sebesar 1,08 persen, dan inflasi terendah tercatat di Kota Dumai, Riau sebesar 0,05 persen.

Sedangkan angka deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan, Bangka Belitung dengan deflasi 0,87 persen, deflasi terendah tercatat di Kota Tembilahan, Riau dengan deflasi sebesar 0,01 persen.

 

Baca Juga

Gubernur Sumbar Sampaikan Duka Mendalam Atas Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang
Gubernur Sumbar Sampaikan Duka Mendalam Atas Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang
Kurangi Kepadatan Lalu Lintas di Padang hingga 40%, Bus Trans Padang Beroperasi hingga 21.00
Kurangi Kepadatan Lalu Lintas di Padang hingga 40%, Bus Trans Padang Beroperasi hingga 21.00
Aspirasi Warga 4 Daerah Ini Terhubung Jalur Kereta Api, Mahyeldi: Kita Kaji Hidupkan Lagi
Aspirasi Warga 4 Daerah Ini Terhubung Jalur Kereta Api, Mahyeldi: Kita Kaji Hidupkan Lagi
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam – Padang Panjang - Bukittinggi: Dikaji Jenis yang Cocok
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam – Padang Panjang - Bukittinggi: Dikaji Jenis yang Cocok
Penambahan Reaktivasi Kereta Api dan Layanan Penerbangan Sangat Penting bagi Pariwisata Sumbar
Penambahan Reaktivasi Kereta Api dan Layanan Penerbangan Sangat Penting bagi Pariwisata Sumbar
Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Nama Gumarang merupakan nama kuda milik raja di Minangkabau yang dilekatkan pada nama bus.
Gumarang, Nama Kuda Milik Raja yang Dilekatkan Pada Bus, Didirikan Orang Bukittinggi di Lampung Tahun 1974