Kunjungan Wisata ke Istano Basa Pagaruyung Masih Sepi, Ridwan: Turun 70 Persen

Berita Tanah Datar terbaru: Istano Basa Pagaruyung Ditutup, Pencegahan virus corona

Istano Basa Pagaruyung. [Foto: Istimewa]

Batusangkar, Padangkita.com - Salah satu objek wisata kebanggaan masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) Istano Basa Pagaruyung memang telah dibuka lagi untuk umum. Semua pengelola dan pelaku usaha, termasuk pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Istano Basa Pagaruyung, Ridwan mengakui protokol kesehatan Covid-19 wajib untuk semua pengelola dan petugas dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

Pihaknya selaku pengelola menyampaikan kesiapannya untuk menerima kunjungan wisatawan. Namun dilakukan pembatasan jumlah pengunjung sekitar 40 orang (bergantian dalam lokasi) untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi penularan Covid-19.

"Kita memang wajibkan kepada semua petugas, pedagang dan wisatawan untuk patuhi protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Bahkan untuk antisipasi, sudah dilakukan tes swab terhadap seluruh petugas, Alhamdulillah semua negatif," kata Ridwan, Sabtu (25/07/2020),

Meski demikian, kata dia, sejak kembali lagi dibuka, sejauh ini jumlah kunjungan harian masih begitu sepi dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Istri yang “Dijual” Suami untuk Bayar Utang di Pangian “Curhat” Lewat Tulisan, Polisi Terus Menyelidiki

“Kunjungan wisatawan turun 70 persen lebih, saat ini yang datang hanya wisatawan lokal atau wisata keluarga,” ungkap dia.

Sementara itu, beberapa pelaku usaha yang ditemui mengatakan, semenjak Covid-19 merebak pendapatan mereka jauh menurun dari sebelumnya.

Baca jugaSuami Bayar Utang dengan Tubuh Istri, Tokoh Adat Pangian Bahas Kemungkinan Penerapan Sanksi Adat

Salah seorang fotografer dari Persatuan Fotografer Istano Basa Pagaruyung, Busri mengakui pendapatannya jauh menurun dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Sepi, sebelum Corona biasanya berkisar Rp200 hingga Rp300 ribu per hari, sekarang paling berkisar Rp10 sampai Rp30 ribu saja," ucapnya lirih.

Hal senada juga diungkapkan petugas penyewaan baju adat Yunisma yang bercerita bahwa dampak Covid-19 bagi mereka sangat besar. Penyewa baju adat sangat sepi dibanding sebelum pandemi.

"Biasanya yang menyewa baju adalah pengunjung dari luar, seperti Malaysia tetapi semenjak Corona pengunjung luar sudah tidak ada lagi berkunjung ke sini," kata Yunisma.

Harapan Busri, Yunisma dan seluruh pedagang yang menggantungkan usaha di Istano Basa Pagaruyung, Covid-19 segera berlalu dan pariwisata di Tanah Datar bisa kembali menggeliat dan ekonomi masyarakat secepatnya segera pulih. [*/pkt]

Baca Juga

Percepat Proses Revitalisasi, Menteri PU Minta Desain Pasar Serikat Batusangkar Diselesaikan
Percepat Proses Revitalisasi, Menteri PU Minta Desain Pasar Serikat Batusangkar Diselesaikan
Sea Walker Mandeh, Nikmati Wahana Berjalan di Bawah Laut Pertama di Sumatera Barat
Sea Walker Mandeh, Nikmati Wahana Berjalan di Bawah Laut Pertama di Sumatera Barat
Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Resmi Masuk KEN, Diselenggarakan 16 hingga 28 Juni
Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Resmi Masuk KEN, Diselenggarakan 16 hingga 28 Juni
Ini Sejumlah Fasilitas Pariwisata Kota Pariaman yang Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi
Ini Sejumlah Fasilitas Pariwisata Kota Pariaman yang Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi
Gerak Cepat Bank Nagari Bantu Ringankan Beban Korban Bencana di Tanah Datar
Gerak Cepat Bank Nagari Bantu Ringankan Beban Korban Bencana di Tanah Datar
Festival 5 Danau Dukung 20 Juta Kunjungan Wisata Sumbar, Didorong jadi Event Internasional
Festival 5 Danau Dukung 20 Juta Kunjungan Wisata Sumbar, Didorong jadi Event Internasional