Setelah Dansa, Senam Zumba Jadi "Pembawa Petaka" Virus Corona

Berita viral terbaru: Relawan untuk disuntikkan virus corona, virus corona, Berita Pasaman terbaru, Corona Pasaman, Seorang Warga Kabupaten Pasaman Positif Corona (COVID-19), Baca Padangkita.com, corona Sumbar

Ilustrasi. (Foto: Ist)

Setelah dansa, senam zumba diidentifikasi sebagai salah satu rute penyebaran virus corona. Hal itu terjadi di Korea Selatan.

Padangkita.com - Pasien kasus terinfeksi positif virus corona Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yuriant pada Senin (9/3) mengumumkan pasien positif corona bertambah menjadi 19 orang.

Lima dari enam pasien kasus positif virus corona berasal dari Jakarta atau disebut 'klaster dansa'.

Adapun satu pasien lagi merupakan anak buah kapal atau ABK Diamond Princess. Ia positif virus corona seusai pulang dari Jepang, tempat kapal pesiar itu sempat bersandar.

Istilah ‘klaster dansa,’ merujuk pada Kasus 1 yang melibatkan seorang warga Depok. Seperti diketahui, pasien Kasus 1 saat itu mengikuti pesta dansa di sebuah klub yang ada di Jakarta.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membenarkan penyebaran virus dari kontak Kasus 1 dengan WN Jepang saat pesta dansa di Jakarta.

Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk memeriksa seluruh peserta dansa. Mereka yang hadir pada acara dansa "pembawa petaka" tersebut selanjutnya disebut sebagai klaster dansa

Jika di Indonesia virus corona menyebar melalui kontak saat dansa, lain halnya dengan di Korea Selatan.

Baca juga: Usai Observasi di Pulau Sebaru, Tim Medis dan TNI Harus Isolasi Diri

Pejabat Korea Selatan yang telah melacak rute penularan pasien virus corona menyebut salah satu rute di antaranya adalah melalui senam zumba.

Pihaknya telah menemukan hubungan potensial dalam beberapa kasus yang dilaporkan di berbagai kota.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea pada Jumat (6/3) lalu menyebut sekitar 90% dari total 92 kasus ada di Cheonan dan Asan. Keduanya berada di Provinsi Chungcheong Selatan, dihubungkan oleh aktivitas senam zumba.

Para pasien adalah instruktur, praktisi, anggota keluarga mereka atau kontak dekat.

"Masih terlalu dini untuk mengkonfirmasi, tetapi kegiatan workshop instruktur Zumba yang diadakan bulan lalu mungkin berada di belakang semua kasus itu," kata seorang pejabat Korea Centers for Disease Control (KCDC).

Workshop instruktur Zumba diadakan di Cheonan pada 15 Januari dan dihadiri oleh 29 instruktur dari seluruh negeri, termasuk tiga dari Daegu, pusat penyebaran virus Korea untuk wabah corona virus.

Hingga kini, enam peserta--tiga di Cheonan, dua di Asan dan satu di Sejong--telah dinyatakan positif dan 11 lainnya dinyatakan negatif. Hasil tes untuk sisanya tidak tersedia pada waktu penyampaian ke media.

Kasus terkait Zumba pertama kali dilaporkan di Cheonan pada 25 Januari, 10 hari setelah workshop digelar. (*/Son)


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Baca Juga

Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah
Senator Nawardi Ingatkan BPI Danantara Berhati-hati Kelola Dana Publik dalam Investasi Swasta
Senator Nawardi Ingatkan BPI Danantara Berhati-hati Kelola Dana Publik dalam Investasi Swasta
Ketua DPD RI Ajak Dunia Perkuat Peranan Masyarakat Adat dalam Mitigasi Iklim
Ketua DPD RI Ajak Dunia Perkuat Peranan Masyarakat Adat dalam Mitigasi Iklim
Gagasan 'Green Democracy' Ketua DPD RI Jadi Perhatian Delegasi Negara Asing di COP30 Brasil
Gagasan 'Green Democracy' Ketua DPD RI Jadi Perhatian Delegasi Negara Asing di COP30 Brasil