Pariaman, Padangkita.com - Wali Kota Pariaman Yota Balad, audiensi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Allan Tandiono, di Jakarta.
Pada kesempatan itu, Yota Balad memaparkan tentang upaya keselamatan pada jalur perkeretaapian serta pengembangan transportasi kereta api pada lintasan Padang – Padang Pariaman – Kota Pariaman.
Yota Balad dalam pertemuan akhir pekan lalu itu, menyampaikan kepada Dirjen Allan, bahwa beberapa inovasi telah diupayakan pihaknya untuk menjamin keselamatan lalu lintas pada perlintasan kereta api yang ada di wilayah Kota Pariaman.
Sebab, kata Yota Balad, jalur kereta api ke Kota Pariaman sangat vital untuk mendukung promosi pariwisata. Apalagi lokasi stasiun berada dekat dengan Pantai Gandoriah, sehingga perlu pengembangan terus-menerus.
“Sebelumnya, juga telah diusulkan 30 orang petugas jaga perlintasan sebidang di Kota Pariaman dengan pembekalan dan pelatihan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam wilayah Kota Pariaman,” jelas Yota.
Dan, kata Yota Balad, sejak ditempatkannya petugas tersebut dalam menjaga perlintasan sebidang tanpa palang pintu sejak awal november 2025 lalu, mampu mengurai angka kecelakaan kereta api dengan kendaraan di Kota Pariaman bahkan tidak ada terjadi kecelakaan.
Kemudian, lanjut dia, dalam waktu dekat juga diusulkan penambahan petugas penjaga perlintasan pada 25 titik perlintasan sebidang yang hingga saat ini belum memiliki petugas dan tidak memungkinkan untuk ditutup, karena menjadi akses utama aktivitas masyarakat sehari-hari seiring berkembangnya kawasan permukiman.
"Di samping itu, kita juga tetap harapkan bantuan pemasangan palang pintu sederhana, namun fungsional, disertai petugas atau personel yang memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang guna lebih meningkatkan keselamatan," terang Yota Balad.
Ia juga mengusulkan dalam inovasi pengembangan pariwisata, dimanfaatan salah satu gerbong kereta sebagai tempat makan atau wahana wisata dengan konsep dan keunikan tertentu, sebagai daya tarik promosi wisata ke Kota Pariaman.
Usulan dan paparan Yota Balad didukung oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, khususnya dalam upaya peningkatan keselamatan jalur perkeretaapian di Kota Pariaman hingga ke Kota Padang.
Ia mengapresiasi langkah bijak dari Yota Balad untuk ber-inovasi dalam menjamin keselamatan warga yang melintas dengan kendaraan pada perlintasan kereta api sebidang yang ada yang tanpa palang pintu.
Disampaikan, untuk perlintasan sebidang 'ilegal' yang tidak dapat ditutup karena menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari, Kementerian Perhubungan tetap akan memberikan pelayanan dengan memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api dan aktivitas warga.
“Kita akan lakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait penambahan palang pintu perlintasan pada jalur yang belum memiliki petugas, sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Allan Tandiono.
Baca juga: Yota Balad Usulkan Pemasangan Plang Pintu Otomatis di Perlintasan Sebidang di Pariaman
Hadir juga dalam audiensi tersebut, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan rombongan, serta Plt. Kepala Dishub Kota Pariaman Afwandi, serta Plt. Kepala BPKPD Willy Firmadian. [*/pkt]











