Padang, Padangkita.com – Prestasi cabang olahraga gulat Sumatera Barat terus menunjukkan grafik positif dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menjadi lumbung medali di ajang nasional seperti PON, Pomnas, dan Popnas, para pegulat Ranah Minang juga konsisten menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di kancah internasional, termasuk SEA Games.
Keberhasilan menjaga tradisi juara ini tidak datang secara instan. Legenda gulat Sumatera Barat yang kini menjabat Bendahara Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumbar, Ediswal, mengungkapkan bahwa kunci utamanya terletak pada sistem pembinaan berlapis dan budaya latihan yang sangat disiplin.
"Pembinaan gulat itu berlapis dan berkesinambungan. Setiap hari minimal sepuluh atlet menjalani latihan. Fokus mereka hanya latihan dan latihan. Porprov menjadi ajang untuk mengukur hasil dari proses panjang tersebut," ujar Ediswal di sela-sela kegiatan silaturahmi menyambut Bulan Suci Ramadhan dan persiapan Porprov XVI di Padang, Sabtu (24/1/2026).
Dalam forum yang dihadiri oleh Ketua Umum KONI Sumbar, jajaran Pengprov PGSI, pelatih, serta atlet tersebut, Ketua PGSI Sumatera Barat, Andree Harmadi Algamar, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh elemen gulat Sumbar.
Andree menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung penuh pelaksanaan Porprov XVI yang dijadwalkan bergulir pada medio tahun ini. Ia menilai ajang multievent tingkat provinsi ini sangat vital bagi kelangsungan karier atlet.
"Porprov adalah momentum penting bagi atlet. Ini ajang pembuktian hasil pembinaan dan latihan yang dilakukan selama ini. Kita harus pastikan panggung ini tersedia untuk mereka," kata Andree dengan tegas.
Senada dengan itu, Sekretaris PGSI Sumbar, Ilmarizal, memastikan kesiapan teknis organisasi menyongsong perhelatan akbar tersebut. Pihaknya mengaku telah melakukan pemetaan mendalam terkait data atlet, pelatih, hingga nomor pertandingan yang akan dilombakan.
"Kami di PGSI Sumbar sudah memetakan data atlet, pelatih, serta kesiapan nomor pertandingan. Porprov sangat penting untuk kesinambungan pembinaan dan regenerasi atlet gulat Sumbar. Ajang ini menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus evaluasi menyeluruh bagi daerah," jelas Ilmarizal.
Isu strategis mengenai pelaksanaan Porprov XVI 2026 menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut, mengingat pesta olahraga terbesar di Sumatera Barat ini sempat mengalami kendala dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menekankan pentingnya membangun mentalitas juara. Ia menyebut Porprov sebagai hari raya bagi para atlet yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
"Kalau belum emas, kejar emas. Mentalnya harus mental emas. Porprov sudah memiliki SK Gubernur, jadi tidak ada alasan untuk ragu. Kasihan atlet sudah berlatih keras dengan biaya sendiri kalau ajang ini tidak digelar," tegas Hamdanus memotivasi para peserta.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar yang juga menjabat Ketua Panitia Porprov, Septri, merinci jadwal pelaksanaan. Porprov XVI Sumbar 2026 direncanakan berlangsung mulai 24 Juni hingga 5 Juli 2026.
Hingga saat ini, antusiasme daerah cukup tinggi. Sebanyak 16 dari 19 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi, dengan 45 cabang olahraga masuk dalam daftar sementara.
"Penetapan cabor dan nomor pertandingan akan diputuskan melalui rapat koordinasi pada 8 Februari 2026. Porprov ini memiliki arti strategis, tujuannya satu, untuk membangkitkan semangat atlet," ujar Septri.
Baca Juga: Kebanggaan Sumatera Barat: Yusma Deswita Perkuat Timnas Gulat Indonesia di ISG 2025
Kegiatan silaturahmi ini diawali dengan ceramah agama sebagai bekal rohani menyambut Ramadhan, sekaligus menjadi ajang konsolidasi soliditas insan gulat Sumatera Barat dalam menatap tantangan prestasi di tahun 2026. [*/hdp]











