Padang, Padangkita.com — Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang menerjang Sumatera Barat pada akhir tahun 2025 terus dikebut. Mengambil peran strategis dalam fase rehabilitasi ini, PT Semen Padang sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), merealisasikan komitmennya dengan mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi ratusan keluarga terdampak.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui suplai semen untuk pembangunan 181 unit huntara yang tersebar di tiga kabupaten prioritas. Total sebanyak 3.310 sak semen disalurkan guna memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan hunian yang layak dan aman. Adapun sebaran pembangunannya mencakup 117 unit di Kabupaten Agam, 34 unit di Kabupaten Padang Pariaman, serta 30 unit di Kabupaten Pesisir Selatan.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menjelaskan bahwa penggunaan produk Semen Padang dalam proyek kemanusiaan ini merupakan bukti nyata kehadiran perusahaan bagi masyarakat Sumatera Barat.
"Dengan digunakannya Semen Padang pada pembangunan 181 unit huntara di tiga titik di Sumbar, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kepada produk kami," ujar Win Bernadino dalam keterangan resminya.
Menurut Win, sinergi antara pemerintah dan industri lokal sangat krusial, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam program pembangunan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa PT Semen Padang telah hadir di lapangan sejak hari pertama bencana terjadi.
"Bagi kami, ini bukan sekadar kontribusi material, tetapi juga bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka," tambahnya.
Dukungan ini mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Dalam pertemuan di Istana Gubernur, Mahyeldi menekankan pentingnya kolaborasi dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi yang membutuhkan anggaran sangat besar.
"Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur tidak kurang dari 80 persen dari total Rp22 triliun yang kami usulkan. Kami berharap PT Semen Padang dapat memberikan peran maksimal, apalagi produknya berupa green cement yang sejalan dengan konsep Green Province yang sedang kami dorong," tegas Mahyeldi.
Baca Juga: Gerak Cepat Pemko Padang, Material Huntara Simpang Haru Mulai Masuk
Pembangunan huntara ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk menyediakan tempat berlindung bagi masyarakat, sembari menunggu proses rekonstruksi hunian permanen rampung. Sinergi ini menjadi simbol optimisme bahwa dengan dukungan industri lokal, Sumatera Barat mampu bangkit lebih kuat pascabencana. [*/hdp]











