Korban Bencana Mengalami Penurunan Status Ekonomi Bisa Diusulkan Jadi Penerima Bansos

Korban Bencana Mengalami Penurunan Status Ekonomi Bisa Diusulkan Jadi Penerima Bansos

Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat memimpin Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (13/1/2026). [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]

Padang, Padangkita.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh Bupati dan Wali Kota di Sumatera Barat (Sumbar) untuk menggerakkan Dinas Sosial mendata ulang masyarakat terdampak bencana yang mengalami penurunan status ekonomi.

Disebutkan, pendataan tersebut bertujuan agar masyarakat terdampak yang kini masuk kategori miskin dapat diusulkan sebagai penerima manfaat berbagai program bantuan sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional.

“Anggarannya ada. Masyarakat terdampak bencana yang mengalami tekanan ekonomi dan menjadi warga miskin berhak mendapatkan PKH dan PBI. Dengan begitu, mereka bisa hidup lebih nyaman. Kalau sakit, bisa berobat secara gratis. Paling tidak dalam kurun satu tahun mereka mendapat PKH dan PBI,” ujar Mendagri Tito Karnavian saat memimpin Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (13/1/2026).

Mendagri yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera menjelaskan, berdasarkan hasil pembersihan data penerima PKH dan PBI dalam enam bulan terakhir, ditemukan sebanyak 3,97 juta penerima yang sudah tidak lagi layak, seperti penerima yang telah meninggal dunia atau berstatus sebagai aparatur sipil negara.

“Artinya, setelah data dibersihkan, ada anggaran yang tersedia. Anggaran itu bisa digunakan untuk membiayai usulan baru, khususnya bagi warga terdampak bencana. Kuncinya ada pada bupati dan wali kota, segera rekap datanya dan serahkan ke saya, lalu akan kami usulkan ke Kementerian Sosial,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan kesiapan Pemerintah Daerah untuk segera menindaklanjuti arahan Mendagri, termasuk mempercepat pendataan warga terdampak agar dapat segera mengakses bantuan sosial dari Pemerintah Pusat.

“Kita akan mendorong bupati dan walikota agar bergerak cepat dan akurat dalam pendataan. Ini penting agar masyarakat yang benar-benar terdampak bisa segera mendapatkan perlindungan sosial dan jaminan layanan kesehatan,” ujar Mahyeldi.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan pemerintah kabupaten dan kota dapat mengajukan permintaan cadangan beras pemerintah ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana.

“Silakan segera direspons. Jika surat permintaan sudah disampaikan, insyaAllah sesuai dengan apa yang disampaikan Bapak Mendagri, bantuan pangan bisa segera diproses untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Pada rapat tersebut, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan harapan kepada Mendagri, agar dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke daerah terdampak bencana tidak dilakukan pemotongan, guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar.

Baca juga: Mendagri Apresiasi Kinerja Pemprov Sumbar Dalam Penanganan Bencana - Pengelolaan APBD

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat, agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan optimal demi kepentingan masyarakat. Salah satunya dengan tidak melakukan pemotongan TKD,” pungkasnya. [*/adpsb]

Baca Juga

Ini Jumlah Bantuan Pemerintah untuk Rumah yang Rusak Akibat Bencana, Kategori Berat Rp60 Juta
Ini Jumlah Bantuan Pemerintah untuk Rumah yang Rusak Akibat Bencana, Kategori Berat Rp60 Juta
Mendagri Tito Karnavian: Akurasi Data Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar
Mendagri Tito Karnavian: Akurasi Data Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar
Daerah di Sumbar Diminta Mendagri Manfaatkan Program Nasional 300 Ribu Jembatan Gantung
Daerah di Sumbar Diminta Mendagri Manfaatkan Program Nasional 300 Ribu Jembatan Gantung
Pemerintah dan Masyarakat Batam Serahkan Bantuan Rp4,56 Miliar untuk Koorban Bencana
Pemerintah dan Masyarakat Batam Serahkan Bantuan Rp4,56 Miliar untuk Koorban Bencana
Investasi Pembinaan Atlet, Mahyeldi: Porprov Sumbar 2026 Pakai Konsep Tuan Rumah Bersama
Investasi Pembinaan Atlet, Mahyeldi: Porprov Sumbar 2026 Pakai Konsep Tuan Rumah Bersama
Gubernur Rangkul Perantau Bantu Korban Bencana di Sumbar, Donasi Terkumpul Rp1 Miliar
Gubernur Rangkul Perantau Bantu Korban Bencana di Sumbar, Donasi Terkumpul Rp1 Miliar