Padang, Padangkita.com - Wajah ruang publik di Kota Padang terus berbenah. Dari sekian banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada, Taman Rimbo Kaluang kini muncul sebagai primadona baru. Terletak strategis di kawasan Padang Baru, tepatnya di Jalan Raden Saleh, taman ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata kota yang modern dan memikat mata pascarevitalisasi yang rampung pada akhir 2025 lalu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengungkapkan bahwa konsep pembenahan taman ini tidak hanya sekadar mempercantik visual, tetapi juga menghidupkan fungsi sosialnya sebagai paru-paru kota yang interaktif.
"Taman Rimbo Kaluang memang dirancang sebagai ruang publik yang hidup dan ramah bagi keluarga serta anak muda. Kami ingin taman ini menjadi titik temu warga yang nyaman," ujar Fadelan Fitra Masta, Rabu (7/1/2026).
Transformasi taman ini terbilang drastis. Area yang dulunya sempat terabaikan dan minim fasilitas, kini tampil cantik dengan desain yang lebih tertata atau eye-catching. Daya tarik utamanya terletak pada fasilitas ramah anak yang digarap serius.
Pemerintah Kota Padang melengkapi taman ini dengan berbagai wahana permainan, mulai dari perosotan hingga ayunan yang modern. Salah satu nilai tambahnya adalah penggunaan lantai berbahan EPDM (Ethylene Propylene Diene Monomer) di area bermain.
"Faktor keamanan anak menjadi prioritas kami. Area bermain kini berlapis EPDM, itu material lembut berstandar keamanan internasional. Jadi sangat aman untuk meminimalisir risiko cedera saat anak-anak berlarian," jelas Fadelan merinci spesifikasi taman.
Tak hanya memanjakan anak-anak, Taman Rimbo Kaluang juga menyediakan fasilitas bagi orang dewasa dan lansia. Tersedia sarana kebugaran luar ruangan (gym outdoor), jalur pejalan kaki yang nyaman untuk lari santai (jogging track), serta bangku-bangku taman dan ruang terbuka yang asri untuk sekadar duduk menikmati suasana kota.
Di balik wajah modernnya, Taman Rimbo Kaluang menyimpan narasi sejarah yang panjang. Fadelan menegaskan bahwa revitalisasi ini mengusung semangat menghormati masa lalu dalam balutan suasana kekinian.
"Kawasan ini menyimpan sejarah sebagai salah satu pinggiran kota dan pusat perjuangan rakyat Kota Padang pada masa kolonial. Kini, jejak sejarah itu kita rawat dalam suasana baru, sebuah ruang rekreasi modern yang tetap menghormati masa lalu," terangnya.
Secara historis, sesuai namanya, kawasan ini dulunya merupakan hutan lebat atau rimba yang menjadi habitat kelelawar besar (kaluang) di era kolonial. Seiring perkembangan kota, fungsi kawasan ini terus berubah. Mulai dari pembukaan akses jalan pada tahun 1954, sempat beralih fungsi menjadi arena pacuan kuda, hingga akhirnya ditetapkan sebagai taman kota.
Nilai historis taman ini semakin kental dengan keberadaan Monumen Pertempuran Pertama 1946. Monumen ini menjadi pengingat peristiwa heroik penyerangan para pejuang Padang terhadap markas Sekutu di masa revolusi kemerdekaan.
Baca Juga: Lima Taman Kota di Padang yang Bisa Jadi Tempat Nongkrong
"Kehadiran taman ini sekaligus untuk memperingati serangan heroik terhadap markas Sekutu. Jadi, selain bermain, anak-anak kita juga bisa belajar sejarah perjuangan kotanya di sini," pungkas Fadelan. [*/hdp]











