Padang, Padangkita.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang kembali menimbulkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Banjir bandang menerjang kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, akibat meluapnya Sungai Guo pascahujan deras yang mengguyur sejak dua hari terakhir.
Dampak dari luapan sungai pada Jumat (28/11/2025) dini hari tersebut cukup fatal. Satu unit jembatan dilaporkan roboh, tiga unit rumah warga hanyut terbawa arus, serta puluhan rumah, tempat ibadah, dan lahan pertanian warga tertimbun material lumpur.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, segera meninjau lokasi bencana didampingi Sekretaris Daerah, Andree Algamar.
Dalam kunjungan ini, Maigus menggandeng Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatra, Nuryadi, untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa tikar, selimut, dan paket kebutuhan dasar lainnya.
Di hadapan warga dan aparat setempat, Maigus menegaskan keseriusan pemerintah kota dalam menangani rentetan bencana hidrometeorologi ini.
"Dengan kondisi cuaca ekstrem ini, Pemko Padang melalui arahan Bapak Wali Kota telah menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 25 November hingga 8 Desember 2025," ujar Maigus Nasir di lokasi kejadian.
Maigus memastikan seluruh sumber daya dikerahkan, mulai dari proses evakuasi, penyaluran logistik, hingga normalisasi wilayah. Ia juga mengapresiasi sinergi lintas instansi yang bergerak cepat menurunkan alat berat.
"Terima kasih kepada BBPPKS yang telah memberikan bantuan untuk warga Guo, termasuk menurunkan alat berat untuk pengendalian dan normalisasi aliran sungai. Melalui BPBD dan Dinas Damkar, kita juga akan membantu pembersihan material dan pemotongan kayu yang menyangkut di aliran sungai," jelasnya.
Menyadari kondisi warga yang rentan di pengungsian, Maigus memberikan instruksi tegas kepada perangkat kewilayahan. Ia mewanti-wanti agar tidak ada warga yang terlantar di tengah masa sulit ini.
"Saya meminta Camat dan Lurah memberikan pelayanan maksimal. Jangan sampai ada warga yang tidak tertangani, tidak makan, atau kehujanan. Semua harus dalam kondisi aman," tegas Maigus. [*/hdp]











