Padang, Padangkita.com – Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, melakukan kunjungan ke PT Semen Padang. Kunjungan pada Jumat (29/8/2025) ini tidak sekadar agenda formal, tetapi juga menjadi ajang sinergi antara kepolisian dan dunia industri, terutama dalam mendorong pemanfaatan inovasi lokal untuk kebutuhan masyarakat.
Kunjungan yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Sumbar ini diawali dengan jalan santai menuju Geosite Gua Kelelawar Padayo.
Jajaran Polda dan manajemen PT Semen Padang, termasuk Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan Win Bernadino, menikmati perjalanan yang asri.
Tawa dan obrolan santai terdengar di sepanjang jalan berliku menuju destinasi wisata yang berjarak sekitar dua kilometer dari pabrik.
"Wisata geosite ini luar biasa, masih terlihat alami dan mudah dijangkau. Jalannya pun sangat cocok untuk olahraga santai," ujar Kapolda Gatot.
Ia berharap geosite ini terus berkembang dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Usai menikmati keasrian Gua Kelelawar, rombongan Kapolda beralih ke rumah contoh SEPABLOCK. Di sinilah produk inovasi terbaru PT Semen Padang diperkenalkan.
SEPABLOCK, singkatan dari Semen Padang Bata Interlock, adalah material bangunan yang dirancang untuk pembangunan yang cepat, hemat, estetik, dan ramah lingkungan.
Di hadapan manajemen Semen Padang, Kapolda Gatot menunjukkan ketertarikannya pada produk ini. Ia menilai SEPABLOCK bukan hanya produk, tetapi solusi nyata untuk mendukung program pemerintah, khususnya program pembangunan tiga juta rumah.
"Produk ini luar biasa. Pengerjaannya cepat, biayanya murah, dan hasilnya kokoh. Saya melihat SEPABLOCK sangat ideal untuk pembangunan rumah subsidi," kata Irjen Gatot.
Polda Sumatra Barat akan menjadi salah satu pengguna awal SEPABLOCK untuk pembangunan asrama polisi. "Ada lima unit di Pesisir Selatan dan lima unit di Kepulauan Mentawai. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi lokal seperti ini bisa menjadi solusi besar bagi kebutuhan perumahan rakyat," tambahnya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menjelaskan bahwa kehadiran SEPABLOCK adalah wujud komitmen perusahaan dalam berinovasi.
Produk ini berbeda dari bata merah konvensional karena bentuknya presisi dan pemasangannya lebih cepat. "Biaya pembangunan bisa ditekan hingga 10 persen. Kami optimistis masyarakat akan menerima produk ini dengan baik," ujarnya.
Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi, Yelmi Arya Putra, menambahkan, penggunaan SEPABLOCK dapat mempercepat durasi pengerjaan. Untuk rumah tipe 36, pengerjaannya bisa selesai dalam sekitar tiga minggu.
"Selain hemat waktu dan biaya, rumah yang dibangun dengan SEPABLOCK terasa lebih sejuk karena adanya rongga yang berfungsi melepas panas. Hasil pengujian PUPR juga menyatakan produk ini ramah gempa," jelas Yelmi.
SEPABLOCK sudah digunakan di beberapa daerah di Sumatra Barat, seperti Pasaman Barat untuk pembangunan 50 unit rumah subsidi, serta di Kabupaten Solok, Payakumbuh, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Keberadaan rumah contoh di area PT Semen Padang bertujuan agar masyarakat bisa melihat langsung keunggulan material ini.
Baca Juga: Tinjau Dua Inovasi Semen Padang, Wawako Padang Kagum Geosite Padayo dan SEPABLOCK
"Kami ingin membuktikan bahwa SEPABLOCK bukan sekadar inovasi di atas kertas, tetapi produk yang sudah teruji dan siap digunakan secara luas," tegas Yelmi. [*/hdp]