Setelah Galodo, Pemkab Tanah Datar Upayakan Reklamasi Ratusan Hektare Lahan Pertanian

Setelah Galodo, Pemkab Tanah Datar Upayakan Reklamasi Ratusan Hektare Lahan Pertanian

Kondisi lahan pertanian di Tanah Datar yang rusak akibat galodo [Foto: Dok. Ist.]

Batusangkar, Padangkita.com - Seidkitnya, 412,5 hektare lahan persawahan dan 81,64 hektare lahan tanaman hortikultura di Tanah Datar, rusak akibat banjir bandang atau galodo yang terjadi Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024) lalu.

Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani, Selasa (28/5/2024), di Indojolito Batusangkar mengatakan, Pemerintah Daerah telah menyampaikan surat permohonan kepada Pemerintah Pusat untuk permasalahan tersebut.

Baca juga: 2.000 Hektare Lahan Pertanian Rusak, Kementan Siap Kucurkan Rp10 Miliar untuk Rehabilitasi

"Kita telah menyampaikan surat permohonan untuk reklamasi lahan pertanian ke Kementerian Pertanian (Kementan), agar lahan pertanian (sawah) dan hortikultura yang dipenuhi material pascabencana bisa dibersihkan dan lahan bisa dimanfaatkan kembali," ungkapnya.

Sri menjelaskan, reklamasi lahan telah diperintahkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi wilayah terdampak beberapa waktu lalu. Untuk melakukan reklamasi dibutuhkan alat berat, karena material yang menutupi lahan persawahan tidak hanya berupa pasir, namun juga bebatuan.

"Kita berharap, reklamasi dapat segera dilakukan, bersama dengan bantuan benih dan pupuk sehingga lahan pertanian masyarakat juga bisa diolah kembali. Namun tentu juga dengan dukungan irigasi atau pengairan yang baik," ungkapnya.

Sri juga menyebutkan, galodo yang merusak lahan pertanian dan lahan hortikultura telah berdampak terhadap hasil produksi pertanian, khususnya dari kecamatan yang terdampak.

"Material pasir dan bebatuan menghantam lahan persawahan yang banyak memasuki masa panen, sehingga petani akhirnya gagal panen," tukasnya.

Baca Juga: Tim Kementan Ungkap Luas Lahan Pertanian Rusak Terdampak Erupsi dan Lahar Dingin Marapi

Sementara itu, memasuki hari 17 pascabencana, korban meninggal dunia di Tanah Datar sebanyak 32 orang, korban hilang 10 orang. Kemudian, kerusakan irigasi 155 unit, hewan ternak mati 15.038 ekor sapi/kambing/itik/ayam dan sektor perikanan terdampak sebanyak 146 kolam.

[*/djp]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

DPRD dan Pemkab Tanah Datar Sepakati APBD 2026 Tembus Rp1,15 Triliun
DPRD dan Pemkab Tanah Datar Sepakati APBD 2026 Tembus Rp1,15 Triliun
DPRD Tanah Datar Tetapkan Propemperda 2026, Sepakati 10 Ranperda Prioritas Termasuk Inisiatif DPRD
DPRD Tanah Datar Tetapkan Propemperda 2026, Sepakati 10 Ranperda Prioritas Termasuk Inisiatif DPRD
Gambir Sumbar akan Diekspor dalam Bentuk Produk Jadi, Mentan Siap Fasilitasi Bangun Pabrik
Gambir Sumbar akan Diekspor dalam Bentuk Produk Jadi, Mentan Siap Fasilitasi Bangun Pabrik
Mentan Amran Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Pasar Lubuk Buaya Kota Padang
Mentan Amran Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Pasar Lubuk Buaya Kota Padang
Gubernur Mahyeldi Dukung Pengalihan Status Kepegawaian Penyuluh Pertanian  ke Kementan
Gubernur Mahyeldi Dukung Pengalihan Status Kepegawaian Penyuluh Pertanian ke Kementan
Pacu Biduak di Tanah Datar Meriahkan Lebaran dan Sambut Perantau
Pacu Biduak di Tanah Datar Meriahkan Lebaran dan Sambut Perantau