Payakumbuh, Padangkita.com - Ratusan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh, menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Senin (25/9/23).
Dikawal Polres Limapuluh Kota, massa berangkat dari titik kumpul di Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, peserta aksi berjalan kaki menuju Gedung Kantor Bupati.
Sejumlah mahasiswa juga terlihat membawa spanduk dan poster yang berisi tentang masalah para petani kabupaten Limapuluh Kota.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meningkatkan harga jual hasil pertanian, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pertanian.
Selain itu para peserta aksi juga menuntut, meningkatkan akses petani terhadap pembiayaan dan meningkatkan perlindungan petani dari serangan hama dan penyakit.
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Ricardo Condrat Yusuf mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan berupa pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, pihaknya juga memastikan terjaminnya keamanan para peserta aksi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
"Kami sampaikan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan aman, tertib dan kondusif," ujar Condrat.
Condrat menambahkan, dalam proses pengamanan tersebut pihaknya menggunakan pendekatan humanis serta mengedepankan pola preemtif dan preventif.
Bahkan pihaknya turut menjembatani komunikasi dengan Bupati Kabupaten Limapuluh Kota.
Menurutnya, penyampaian aspirasi oleh elemen masyarakat wajib dilindungi sesuai amanat undang-undang, namun secara keseluruhan harus berjalan dengan tertib dan tidak bertindak anarkis maupun merugikan masyarakat lainnya.
Sementara itu, Kabagops Polres Limapuluh Kompol Rudi Munanda, menerangkan, dalam pengamanan aksi damai ini, Polres Limapuluh Kota mengerahkan ratusan personel yang terbagi dalam ton dan Kompi.
"Kita turunkan dari petugas Dalmas Negosiator, Tim Escape hingga pengawalan aksi dan pengamanan rute," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, selama rangkaian aksi berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali, tidak adanya aksi anarkis dari mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan tidak adanya gesekan antara Mahasiswa dan personel Kepolisian.
Untuk diketahui, aksi damai mahasiswa ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap kondisi petani di Kabupaten Limapuluh Kota.
Baca Juga: Nama Kampus Terseret Kasus TPPO, Ini Sikap Politeknik Pertanian Negeri PayakumbuhÂ
Aksi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap permasalahan petani. [*/hdp]
Baca berita Payakumbuh terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.