Respons Banyak Gerai Ritel yang Kosong, Hafisz Tohir: Pemerintah Tak Boleh Tinggalkan Mereka

Respons Banyak Gerai Ritel yang Kosong, Hafisz Tohir: Pemerintah Tak Boleh Tinggalkan Mereka

Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. [Foto: Munchen/nr/DPR RI]

Jakarta, Padangkita.com - Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir merespons banyaknya gerai ritel yang kosong dan sepi pembeli belakangan ini. Ia menilai melemahnya UMKM sektor ritel harus dicarikan solusinya.

“Kita kan sudah melakukan dua sampai tiga tahun insentif kepada pelaku- pelaku industri, kepada pelaku-pelaku barang dan jasa yang terdampak akibat pandemi Covid-19, dan itu kita rasakan walaupun pemerintah mengeluarkan cost (biaya) yang cukup besar. Faktanya juga menunjukkan growth (pertumbuhan) ekonomi yang cukup baik,” kata Hafisz dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (20/9/2023)

Data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebutkan, bahwa pada kuartal II/2023, tercatat pertumbuhan sektor ritel di sebesar 1,2 persen. Angka ini menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal I/2023 mencapai 2,6 persen.

Di sisi lain, Pemerintah telah menyediakan insentif dukungan bagi UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2020 dan dilanjutkan di tahun 2021.

Kemenko Perekonomian mencatat realisasi PEN untuk mendukung UMKM sebesar Rp112,84 triliun telah dinikmati oleh lebih dari 30 juta UMKM pada tahun 2020. Sementara untuk tahun 2021, Pemerintah juga telah menganggarkan PEN untuk mendukung UMKM dengan dana sebesar Rp121,90 triliun untuk menjaga kelanjutan momentum pemulihan ekonomi.

“Akankah hanya setop sampai di situ? Ini pertanyaan selanjutnya saya kira sudah kepalang tanggung kalau kita bicara seperti ini, maka UMKM tadi tidak boleh kita tinggalkan mereka,” ungkap Politisi Fraksi PAN ini.

Karena itu, Hafisz berharap bantuan pemerintah untuk UMKM yang diberikan selama pandemi terus dilanjutkan, mengingat Indonesia masih dalam masa pemulihan. Selain itu, UU pengembangan dan penguatan sektor keuangan (PPSK) diminta untuk segera diimplementasikan melindungi para konsumen, para pelaku UMKM, hingga penjual online.

Baca juga: DPR RI - Parlemen Australia Sepakat Ada Kerja Sama Ekonomi yang Lebih Konkret

“Kita besar bersama, dan tidak boleh ada orang-orang yang tertinggal di balik pertumbuhan ekonomi kita yang cukup tinggi,” kata Wakil Ketua BKSAP DPR RI ini. [*/pkt]

Baca berita Ekonomi terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Baca Juga

Ribuan Masyarakat Padati Simpang Tabuik Pariaman saat Acara CFN Bermalam Minggu
Ribuan Masyarakat Padati Simpang Tabuik Pariaman saat Acara CFN Bermalam Minggu
50 Pengusaha UMKM Kota Pariaman Ikuti Pelatihan, Yota Balad Pasang Target Ekspor
50 Pengusaha UMKM Kota Pariaman Ikuti Pelatihan, Yota Balad Pasang Target Ekspor
Pelaku UMKM Pariaman Terima Bantuan Peralatan dan Ikut Program Trauma Healing
Pelaku UMKM Pariaman Terima Bantuan Peralatan dan Ikut Program Trauma Healing
4.876 UMKM di Sumbar Terdampak Bencana, "Klinik UMKM Minang Bangkit" Diresmikan
4.876 UMKM di Sumbar Terdampak Bencana, "Klinik UMKM Minang Bangkit" Diresmikan
Pemprov Dukung Klinik UMKM Minang Bangkit untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Pemprov Dukung Klinik UMKM Minang Bangkit untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Masyarakat
51 Pelaku UMKM di Pariaman Utara Terima Bantuan Etalase, Ini Pesan Wako Yota Balad
51 Pelaku UMKM di Pariaman Utara Terima Bantuan Etalase, Ini Pesan Wako Yota Balad