Perubahan Jalan Tol Padang – Pekanbaru, Salah Satunya Nama Pangkalan Hilang

Perubahan Jalan Tol Padang – Pekanbaru, Salah Satunya Nama Pangkalan Hilang

Ruas Jalan Tol Padang - Pekanbaru yang masih dibangun. [Foto: Dok. Hutama Karya]

Padang, Padangkita.com – Pembangunan Jalan Tol Padang – Pekanbaru sepanjang 254 km telah mengalami sejumlah perubahan, sejak pertama kali dimulai pada tahun 2018.

Pada awalnya, Jalan Tol Padang – Pekanbaru dimulai dari Seksi 1 Padang – Sicincin, lalu rencananya berlanjut secara berurutan Seksi 2 Sicincin – Bukittinggi, Seksi 3 Bukittinggi – Payakumbuh, Seksi 4 Payakumbuh – Pangkalan, Seksi 5 Pangkalan – Bangkinang, dan Seksi 6 Bangkinang – Pekanbaru.

Namun, akibat kondisi di lapangan, khususnya masalah pembebasan lahan yang rumit dan memakan waktu di Sumatra Barat (Sumbar), sejumlah perubahan pun terjadi.

PT Hutama Karya (Persero) yang diamanahkan untuk membangun jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) oleh pemerintah, beralih fokus memulai pembangunan dari titik Pekanbaru, Provinsi Riau. Apalagi, saat bersamaan lahan jalan tol di Padang ada yang bersengketa sampai ke pengadilan.

Lebih dari setahun pembangunan jalan tol di Sumbar ini pun mangkrak, sebelum akhirnya dilanjutkan lagi awal tahun lalu.

Maka jadilah Hutama Karya lebih dulu menuntaskan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang. Ruas jalan tol ini pun telah dioperasionalkan setelah diresmikan oleh Presiden Jokowi awal tahun lalu.

Kini, Jalan Tol Padang – Pekanbaru yang menjadi bagian sirip atau feeder Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), lebih sering disebut dengan Jalan Tol Pekanbaru – Padang.

Perubahan kemudian terjadi lagi dalam pembangunan Seksi 5 Pangkalan – Bangkinang, atau Seksi 2 Bangkinang – Pangkalan. Dalam pelaksanaannya, ruas jalan tol ini rupanya belum menyentuh Pangkalan yang masuk wilayah Sumbar.

Namun, jalan tol ini hanya sampai Koto Kampar. Sehingga seksi ini, disebut ruas Bangkinang – Koto Kampar, yang semuanya masuk wilayah Riau.

Sebetulnya, semua ruas Jalan Tol Padang – Pekanbaru yang telah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), ditarget tersambung seluruhnya sebelum berakhirnya masa jabatan Jokowi pada 2024.

Namun, sepertinya target itu sangat jauh dari kenyataan. Sebab, untuk wilayah Sumbar, hanya Jalan Tol Padang – Sicincin saja yang akan segera diselesaikan. Targetnya, rampung sebelum Lebaran 2024 mendatang.

Sisanya, Sicincin – Bukittinggi, Bukittinggi – Payakumbuh, dan Payakumbuh – Koto Kampar, akan dibangun setelah tahun 2024. Menurut Hutama Karya, sisa 3 seksi Jalan Tol Padang – Pekanbaru ini masuk rencana pembangunan JTTS tahap IV.

Namun, hingga kini belum jelas kapan pembangunan tahap IV tersebut akan dimulai. Soalnya, tahap II dan III masih banyak yang belum tuntas. Sementara itu, Jalan Tol Padang – Pekanbaru ini jauh-jauh hari telah digadang-gadang menjadi tol terindah di Indonesia dengan sejumlah terowongan yang menembus perut Bukit Barisan.

Baca juga: Hutama Karya Ungkap Progres Terbaru Pembangunan 2 Seksi Jalan Tol Padang-Pekanbaru

Menariknya, jalan tol di Riau dan Jambi, terus dibangun, dan mendekat ke wilayah Sumbar. Sementara di Sumbar belum ada satupun ruas jalan tol yang beroperasi. [*/pkt]

Baca Juga

Vasko Ruseimy: Pendekatan Sosial dan Budaya Jadi Kunci Percepatan Tol Padang–Pekanbaru
Vasko Ruseimy: Pendekatan Sosial dan Budaya Jadi Kunci Percepatan Tol Padang–Pekanbaru
Tol Padang-Pekanbaru telah Rampung 101,3 Km, Menko AHY Minta Percepatan Pembangunan
Tol Padang-Pekanbaru telah Rampung 101,3 Km, Menko AHY Minta Percepatan Pembangunan
Bukan ke Sumbar, Masyarakat lebih Banyak Berlibur ke Melaka Via Tol Pekanbaru–Dumai
Bukan ke Sumbar, Masyarakat lebih Banyak Berlibur ke Melaka Via Tol Pekanbaru–Dumai
Ada 792 UMKM di Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera di 6 Provinsi
Ada 792 UMKM di Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera di 6 Provinsi
Ruas Tol Padang-Pekanbaru Kini Resmi Beroperasi Sepanjang 92 Km, masih Menyisakan 163 Km lagi
Ruas Tol Padang-Pekanbaru Kini Resmi Beroperasi Sepanjang 92 Km, masih Menyisakan 163 Km lagi
Melihat Rest Area Tol Padang-Sicincin yang  Adopsi Arsitektur Rumah Adat Minangkabau
Melihat Rest Area Tol Padang-Sicincin yang Adopsi Arsitektur Rumah Adat Minangkabau