Pembangunan Jalan Tol yang Masuk Wilayah Sumbar Terancam Tertunda, Ini Masalahnya

Pembangunan Jalan Tol yang Masuk Wilayah Sumbar Terancam Tertunda, Ini Masalahnya

Progres pembangunan Jalan Tol Padang -Pekanbaru seksi Padang - Sicincin pada akhir tahun lalu [Foto: Dok. Hutama Karya]

Padang, Padangkita.com – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang masuk wilayah Sumatra Barat (Sumbar) sepertinya bakal makin tertunda dan makin lama.

Tidak hanya masalah pembebasan lahan, tapi kini pemerintah juga masih kekurangan anggaran untuk menuntaskan semua ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Sebagaimana terungkap dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 100 tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatra, Jumat (3/6/2022).

Jalan tol yang masuk wilayah Sumbar adalah sejumlah ruas yang jadi bagian Jalan Tol Padang – Pekanbaru. Terdapat 4 ruas atau seksi yang masuk wilayah Sumbar, yakni Jalan Tol Padang – Sicincin 36,15 km, Jalan Tol Sicincin – Bukittinggi 38 km, Jalan Tol Bukittinggi – Payakumbuh 34 km, dan Jalan Tol Payakumbu – Pangkalan 58 km.

Kini yang tengah dibangun adalah Jalan Tol Padang – Sicincin yang progresnya telah mencapai 60 persen lebih. Kecuali itu, ruas jalan tol yang lain seperinya bakal tertunda.

Baca juga: Anggaran Jalan Tol Trans Sumatra Minus Rp465 Triliun, Pembangunan Sejumlah Ruas Digeser

Selain Jalan Tol Padang – Pekanbaru, yang masuk wilayah Sumbar juga ada Jalan Tol Dharmasraya – Kuansing – Rengat (Riau) atau Dharmasraya – Rengat. Jalan tol ini digadang-gadang bakal ground-breaking tahun 2023.

Namun, meskipun telah masuk proyek strategis nasional (PSN), rencana ini sepertinya bakal tertunda. Dalam konsultasi publik lintas kementerian dan dihadiri pimpinan daerah di Sumatra tersebut, terungkap anggaran untuk membangun keseluruhan jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) masih kurang.

Sebelumnya, diproyeksikan anggaran sebesar Rp560 triliun untuk membangun jalan tol yang menghubungkan Lampung hingga Aceh.

Namun, saat ini anggaran yang tersedia baru Rp95 triliun. Ini artinya ada kekurangan hingga Rp465 triliun lagi.

Baca juga: Semua Usulan Diterima, Jalan Tol Dumai – Baganbatu – Sigambal Bisa Dibangun 2023

Akibatnya, pembangunan jalan tol dibagi menjadi 4 tahap. Tahap 1 dan tahap 2 adalah jalan tol yang tengah dibangun dan akan dibangun 2023, sementara tahap 3 dan tahap 4 adalah jalan tol yang akan dibangun tahun 2024 dan setelahnya. [*/pkt]

Baca Juga

13.604 Ha Lahan Terancam, Kementerian PU Sigap Tangani DI Batang Anai Terdampak Longsor
13.604 Ha Lahan Terancam, Kementerian PU Sigap Tangani DI Batang Anai Terdampak Longsor
Kementerian PU Percepat Normalisasi Batang Malalo, Sabo Dam Terbukti Tahan Material Galodo
Kementerian PU Percepat Normalisasi Batang Malalo, Sabo Dam Terbukti Tahan Material Galodo
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Peran Bank Nagari dalam Pembiayaan Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Peran Bank Nagari dalam Pembiayaan Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik
Motor Pembangunan Daerah, Bank Nagari Ikut Pembiayaan Flyover Sitinjau Lauik Rp209 Miliar
Motor Pembangunan Daerah, Bank Nagari Ikut Pembiayaan Flyover Sitinjau Lauik Rp209 Miliar
Gubernur Sumbar Minta Dukungan Komisi V DPR RI untuk Percepatan Pemulihan Infrastruktur Vital
Gubernur Sumbar Minta Dukungan Komisi V DPR RI untuk Percepatan Pemulihan Infrastruktur Vital
Jalan Lembah Anai Dapat Dilalui Mobil 15 Desember, Perbaikan Infrastruktur Capai Rp15 T
Jalan Lembah Anai Dapat Dilalui Mobil 15 Desember, Perbaikan Infrastruktur Capai Rp15 T