FKPPI Salurkan Bantuan, Korban Banjir Ranah Batahan Berharap Tanggul Segera Dibangun

FKPPI Salurkan Bantuan, Korban Banjir Ranah Batahan Berharap Tanggul Segera Dibangun

FKPPI Pasbar menyalurkan bantuan sembako untuk korban banjir di Ranah Batahan. [Foto: Ist.]

Simpang Empat, Padangkita.com - Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Jorong Aek Napal, Kecamatan Ranah Batahan.

"Bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil yang dihimpun dari para anggota FKPPI sebagai bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara yang terkena bencana banjir," kata Ketua FKPPI Pasbar, Jayasman didampingi Ketua Generasi Muda, Yunis Andi kepada Padangkita.com, Senin (27/12/2021).

Ia menyebutkan bantuan yang disalurkan berupa bahan pokok atau sembako. Selain itu, pihaknya juga akan membantu menyampaikan aspirasi masyarakat yang menjadi korban kepada pemerintah agar rumah yang terdampak segera dibangun kembali.

"Kita kemarin juga menerima keluhan dan harapan masyarakat korban banjir, di mana mereka sangat berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi dengan segera, terutama terkait dengan tempat tinggal mereka yang sudah rata dengan tanah," ujar Jayasman.

Ia beharap kedatangannya bersama rekan-rekannya dari FKPPI Pasbar bisa sedikit meringankan beban yang tengah dirasakan warga Aek Napal.

"Semoga keluarga yang terkena musibah diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Untuk itu mari kita jadikan ini sebagai muhasabah diri kita masing-masing," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirham, 47 tahun, salah seorang korban banjir, mengatakan kondisi mereka saat ini sangat menderita akibat banjir yang luar biasa.

"Banjir kali ini memang meninggalkan luka yang mendalam bagi kami warga di sini. Kami berharap kiranya pemerintah dapat segera memperbaiki kondisi ini," ungkapnya.

Ia menduga banjir besar yang menghantam permukiman mereka disebabkan oleh tanggul yang dibangun di dekat jembatan Batang Batahan. Akibatnya, air begitu kuat berbelok ke arah permukiman warga.

"Sungai yang ada di belakang permukiman warga ini tidak ada tanggulnya, makanya hantaman airnya begitu kuat. Kami berharap kiranya ini bisa menjadi perhatian pemerintah secepatnya," harap Dirham.

Menurut dia, tanggul yang sangat diperlukan sepanjang 300 meter. Kemungkinan, kata dia, apabila tanggul dibangun, maka bencana ini bisa diminimalisasi.

Baca juga: 255 Rumah dan 55 Hektare Lahan Pertanian Warga Terendam Banjir di Ranah Batahan Pasbar

"Saat ini kami sangat berharap segera dibangun. Bukan kunjungan para pemimpin kami yang hanya memberikan janji. Itu hanya akan menambah kesedihan bagi kami. Namun berikanlah kami solusi dan jawaban akan harapan yang telah kami sampaikan itu," pungkasnya. [rom/pkt]

Baca Juga

Mahyeldi Resmikan 3 Jembatan di Pasbar, Perkuat Konektivitas Menuju Pelabuhan Teluk Tapang
Mahyeldi Resmikan 3 Jembatan di Pasbar, Perkuat Konektivitas Menuju Pelabuhan Teluk Tapang
Rp83 Miliar dari Kemenhub untuk Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, Investor mulai Melirik
Rp83 Miliar dari Kemenhub untuk Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, Investor mulai Melirik
Sebelum Resmikan Jembatan di Teluk Tapang, Gubernur Mahyeldi Tausiah Subuh di Air Bangis
Sebelum Resmikan Jembatan di Teluk Tapang, Gubernur Mahyeldi Tausiah Subuh di Air Bangis
2.000 Hektare Lahan Eks Proyek Air Runding belum Jelas Status Hukum dan Penguasaannya
2.000 Hektare Lahan Eks Proyek Air Runding belum Jelas Status Hukum dan Penguasaannya
Dua Hari Penertiban Tambang Ilegal di Pasbar, Tim Terpadu Amankan 21 Orang dan 8 Alat Berat
Dua Hari Penertiban Tambang Ilegal di Pasbar, Tim Terpadu Amankan 21 Orang dan 8 Alat Berat
Jalan Rusak Akibat Bencana di Talu Diusulkan Pindah Jalur, Mahyeldi: Lokasi Awal Berisiko
Jalan Rusak Akibat Bencana di Talu Diusulkan Pindah Jalur, Mahyeldi: Lokasi Awal Berisiko