Jembatan Ambruk, 2 Nagari di Limapuluh Kota Tak Bisa Diakses, Ini yang Dilakukan Warga

Berita Limapuluh Kota hari dan berita Sumbar hari ini: Jembatan itu akses transportasi satu-satunya jalur keluar masuk ke Simpang Sugiran.

Jembatan Datuak Amat yang menghubungkan Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak dengan Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota ambruk. [Foto: Ist]

Berita Limapuluh Kota hari dan berita Sumbar hari ini: Jembatan ambruk itu merupakan akses satu-satunya jalur keluar masuk ke Simpang Sugiran.

Sarilamak, Padangkita.com - Jembatan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, dilaporkan ambruk Sabtu (13/3/2021) Malam. Jembatan yang ambruk itu adalah jembatan Batang Air (Sungai Kecil) Datuak Amat yang menghubungkan Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak dengan Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru.

Sampai Minggu malam (14/3/2021), jembatan Batang Air Datuak Amat yang ambruk itu belum diperbaiki. Untuk sementara, masyarakat dibantu TNI, Polri, dan OPD terkait, sudah bergotong-royong membuat jembatan darurat dengan ukuran 2x6 meter.

"Alhamdulillah, jembatan darurat ini sudah isa dilewati sepeda motor. Tadi siang (Sabtu 13/3/2021), Bupati bersama Wakil Bupati, Dandim 0306/50 Kota dan Kapolres Limapuluh Kota juga sudah turun langsung melihat kondisi jembatan yang ambruk ini," ujar Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir kepada wartawan, Minggu (14/3/2021).

Saat ke lokasi, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo menyampaikan kepada masyarakat Simpang Sugiran, bahwa musibah ini tentu tidak diharapkan. Namun demikian, semua itu tetap perlu disikapi.

"Ketika masyarakat kesulitan, kita harus hadir membantu kesulitan masyarakat. Tentu ini dapat dilaksanakan dengan kebersamaan, keterlibatan semua unsur. Seperti kami yang hadir ini memberikan suport dan mencarikan solusi untuk masyarakat," ujar Safaruddin yang akrab disapa Datuak Safar itu.

Lalu, Datuak Safar juga meminta OPD terkait, untuk cepat menangani persoalan ambruknya jembatan yang menganggu akses ekonomi dan terisolasinya masyarakat yang berada di dua jorong di Nagari simpang Sugiran ini.

"Saya tidak mau berlama-lama untuk perbaikan jembatan ini. Saya tunggu OPD terkait dalam dua hari ini untuk menyikapi langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sesuai aturan hukum dan mekanisme yang ada. Supaya masyarakat kita tidak terdampak lebih parah lagi." ungkapnya.

Datuak Safar juga meminta, agar jajaran Pemkab Limapuluh Kota mendahulukan kepentingan masyarakat.

"Ke depan yang namanya untuk masyarakat harus didahulukan, karena kita bekerja untuk melayani masyarakat. Tapi, walaupun begitu masyarakat tidak boleh cegeng dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari. Berusaha dan bekerjalah sesuai bidang kita masing-masing untuk kehidupan anak istri kita," paparnya.

Sementara itu, mantan Wali Nagari Simpang Sugiran, Iswaris Can mengucapkan terima kasih atas perhatian yang serius dari Bupati dan Wakil Bupati.

Baca juga: Bupati Safaruddin Usulkan Perbaikan Jalan Provinsi dan Pembangunan Infrastruktur di Limapuluh Kota

"Pak Bupati dan Wakil Bupati begitu cepat merespon keadaan kami ini. Jalur transportasi ini merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan transportasi masyarakat ke luar maupun masuk ke Simpang Sugiran," ujrnya. [zfk]


Baca berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Baca Juga

'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
Yota Balad Terima Bantuan dari Raffi Ahmad untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Yota Balad Terima Bantuan dari Raffi Ahmad untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Aspirasi Korban Bencana di Limapuluh Kota: Perbaikan Akses Jalan dan Normalisasi Lahan
Aspirasi Korban Bencana di Limapuluh Kota: Perbaikan Akses Jalan dan Normalisasi Lahan
Zigo Rolanda: 6 Daerah Irigasi di Limapuluh Kota Bakal Direhabilitasi Kementerian PU
Zigo Rolanda: 6 Daerah Irigasi di Limapuluh Kota Bakal Direhabilitasi Kementerian PU
KKI Warsi dan Masyarakat Adat Dorong Penetapan Perda Masyarakat Hukum Adat di Limapuluh Kota  
KKI Warsi dan Masyarakat Adat Dorong Penetapan Perda Masyarakat Hukum Adat di Limapuluh Kota  
Dorong Petani Gambir Naik Kelas, Pemprov Sumbar Luncurkan Program Desa Devisa
Dorong Petani Gambir Naik Kelas, Pemprov Sumbar Luncurkan Program Desa Devisa