8 Proyek Dicoret dari Daftar Proyek Strategis Nasional, Ada yang di Sumbar?

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Pemerintah telah memperbarui proyek-proyek yang masuk daftar proyek strategis nasional atau PSN. Daftar PSN terbaru ini diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 9 Tahun 2022.

Ada 8 proyek yang dicoret, sehingga total jumlah proyek yang masuk daftar PSN terbaru menjadi 200 proyek dan 12 program.

Sebelumnya jumlah proyek yang masuk PSN berjumlah total 208 proyek. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, 8 proyek tersebut terpaksa dikeluarkan dari daftar proyek strategis nasional (PSN), karena tidak ada perkembangan.

“Sudah diberi warning perpanjangan tapi tidak ada progres, sehingga dikeluarkan,” kata Wahyu Utomo dalam konferensi pers Selasa (26/7/2022) lalu.

Sesuai Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021, daftar PSN terdiri dari 208 proyek berbagai sektor. Rinciannya, jalan/jembatan 56 proyek, bendungan dan irigasi 57 proyek, kawasan 19 proyek, energi 15 proyek, pelabuhan 16 proyek dan kereta 16 proyek.

Selanjutnya, air bersih dan sanitasi 12 proyek, bandara 8 proyek, pendidikan 1 proyek, teknologi 5 proyek, perumahan 2 proyek, tanggul pantai 1 proyek.

Sementara, programnya terdiri dari smelter, superhub, ketenagalistrikan, pemerataan ekonomi, akses exit tol, penyediaan pangan, kawasan strategis pariwisata, instalasi pengolah sampah, kawasan perbatasan, dan percepatan pengembangan wilayah.

Proyek Strategis Nasional di Sumbar

Dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2021 tersebut, ada dua proyek di Sumatra Barat (Sumbar). Proyek tersebut adalah Jalan Tol Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang yang jadi bagian Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Kemudian yang kedua adalah Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukittinggi yang juga bagian jaringan JTTS.

Nomenklatur atau penamaan proyek tersebut memang agak berbeda dengan nama proyek dalam pelaksanaan di lapangan. Saat ini nama proyek tersebut adalah Jalan Tol Padang – Pekanbaru yang terbagi dalam enam seksi.

Secara berurutan dari Padang, jalan tol tersebut adalah: Seksi 1 Padang – Sicincin (36 km), Seksi 2 Sicincin – Bukittinggi (38 km), Seksi 3 Bukittinggi – Payakumbuh (34 km), Seksi 4 Payakumbuh – Pangkalan (58 km), Seksi 5 Pangkalan – Bangkinang (25 km) dan Seksi 6 Bangkinang – Pekanbaru (40 km).

Seksi 5 dan Seksi 6 sendiri sebetulnya telah masuk wilayah Provinsi Riau. Saat ini yang sedang dikerjakan baru 3 seksi, yakni Seksi 6 Bangkinang – Pekanbaru, Seksi 5 Pangkalan – Bangkinang dan Seksi 1 Padang – Sicincin. Tiga seksi lainnya masih dalam perencanaan.

Nah, dalam jumpa pers, Wahyu Utomo hanya menyebut 5 proyek yang dicoret. Proyek tersebut adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, Bendungan Tiro di Aceh, proyek Cikarang Bekasi Laut (CBL), proyek bandara Bali Utara dan proyek Kereta Api Kalimantan Utara.

Lalu apa 3 proyek lagi yang dicoret? Wahyu belum mau membuka.

Baca juga: Ternyata Masalah Lahan Jalan Tol Tak Hanya di Sumbar, Totalnya 50 Proyek Se-Indonesia  

“Kita telah melakukan evaluasi, ada beberapa proyek yang kita keluarkan. Dan proyek dinilai sangat strategis dan tidak menggunakan APBN tetap akan dimasukan. Karena kita berhitung bisa selesai sebelum 2024 dan akan menambah potensi penyerapan tenaga kerja,” jelas Wahyu. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist