50 Persen Pasien Positif Corona yang Isolasi Mandiri di Sumbar Dipindahkan ke Hotel Bintang II dan III

Berita Padang terbaru dan berita Sumbar terbaru: Pemprov Sumbar siapkan hotel bintang II dan bintang III untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

Padang, Padangkita.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) menyiapkan hotel bintang II dan bintang III sebagai tempat karantina atau isolasi untuk tenaga medis dan pasien positif Corona (Covid-19).

Ini dilakukan untuk menekan lonjakan kasus positif Covid-19, dan mengantisipasi penularan yang rentan terjadi ketika pasien positif isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 Sumbar Rabu (21/10/2020), jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah mencapai 4.185 orang atau 35 persen dari total kasus 11.652. orang. Pemprov merencanakan, sekitar 50 persen dari pasien yang isolasi mandiri dapat segera dipindahkan ke hotel.

“Pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah akan dialihkan ke hotel. Agar pasien positif tersebut tidak menyebar virus di rumah karena di rumah dalam pengawasan sangat lemah, apalagi tidak dilengkapi dengan sarana prasarananya,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat rapat terbatas bersama Forkopimda Sumbar dan instansi terkait di Istana Gubernuran, Rabu (21/10/2020).

Irwan Prayitno mengatakan sejak terjadi lonjakan, 100-200 kasus Covid-19 per hari, perlu fasilitas bagi para tenaga medis dan pasien terinfeksi virus Corona. Fasilitas itu berupa tempat tinggal atau penginapan yang nyaman dan layak huni seperti hotel.

Baca juga: Pelanggar Perda AKB di Kota Pariaman Capai 495 Orang, Terbesar di Sumbar

Hotel yang disiapkan berbintang II dan III. Hotel berbintang II dipergunakan untuk karantina pasien positif Covid-19, sementara hotel bintang III dijadikan untuk tempat karantina tenaga kesehatan yang positif Covid-19.

Irwan berharap hotel ini diprioritaskan untuk pasien positif Covid-19 dari kalangan masyarakat menengah ke bawah. Sebab, isolasi mandiri di rumahnya sangat riskan serta sulit dilakukan pengawasan, mengingat jumlah kamar yang tersedia di rumah, anggota keluarga, serta potensi virus yang berkembang juga sangat tinggi.

“Sekitar 50 persen masyarakat Sumbar yang melakukan isolasi mandiri, nanti akan kita pindahkan ke hotel. Kebanyakan isolasi mandiri yang membuat semakin banyaknya kasus positif, dikarenakan tempatnya tidak layak untuk isolasi mandiri,” ungkap Irwan.

Untuk hotel yang dimaksud, Irwan memerintahkan Dinas Pariwisata Sumbar segera melakukan pendataan, baik yang ada di Padang, Bukittinggi, Solok, Agam dan daerah lain yang dianggap potensial penyebaran virus Corona.

Lebih lanjut, Gubernur Irwan ingin memanfaatkan hotel sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 dengan memakai dana APBN yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kegiatan ini nantinya akan dimonitor oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pengamanannya diserahkan kepada TNI-Polri.

“Insya Allah, dengan pemanfaatan hotel, kita tidak akan kekurangan fasilitas untuk karantina dan isolasi,” ucapnya.

Sebelumnya, Irwan juga telah melakukan kunjungan ke Asrama Haji Padang. Menurutnya sebanyak 276 tempat tidur sudah bisa dipakai. Pekan depan akan ada lagi penambahan 100 tempat tidur.

“Saat ini sudah dilakukan pemagaran. Untuk tenaga kesehatannya sudah diambil dari beberapa tempat. Begitu juga rumah sakit M Djamil Padang, minggu ini sudah bertambah 68 tempat tidur. Jadi kita sudah bisa meng-cover kebutuhan kamar perawatan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial telah mendata hotel bintang II dan III yang ada di Sumbar dengan bantuan dari BPKP.

“Secepatnya akan kita buatkan MoU dengan hotel yang bersangkutan, untuk harga dan detail akan dikirim ke BPKP secepatnya. Mulai dari konfirmasi ketersediaan hotel, jumlah kamar masing-masing hotel, lokasi , dan harga kamar, biaya makan 3 kali sehari , serta biaya untuk air PAM,” sebut Novrial.

Lebih lanjut, Pemprov Sumbar akan melakukan rapat lanjutan yaitu rapat teknis, pengajuan proposal, dan rincian lainnya pada minggu ini serta dalam minggu depan sudah melaksanakan eksekusi terkait pemanfaatan hotel yang nantinya akan menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19. [fru/pkt]


Baca berita Padang dan Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler