4 Kecamatan di Padang Kekeringan, Gubernur Minta Penanganan Rampung sebelum Ramadhan

4 Kecamatan di Padang Kekeringan, Gubernur Minta Penanganan Rampung sebelum Ramadhan

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memimpin rapat tentang upaya penanganan kekeringan yang terjadi di 4 kecamatan di Kota Padang, di Istana Gubernuran, Kamis malam (22/1/2026). [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]

Padang, Padangkita.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan langkah cepat dan terkoordinasi untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang.

Upaya dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernuran, Kamis malam (22/1/2026).

Rapat koordinasi merupakan respons atas kondisi kekeringan yang dialami sebagaian wilayah di Kota Padang akibat kerusakan ekosistem di wilayah hulu sungai pascabanjir bandang pada akhir November 2025. Kerusakan itu menyebabkan terputusnya aliran sungai dan jaringan irigasi yang selama ini menjadi sumber air utama bagi masyarakat di daerah tersebut.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Padang, Raju Minropa dalam laporannya menyampaikan kondisi kekeringan telah berdampak langsung terhadap masyarakat di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kuranji, Pauh, Nanggalo, dan Koto Tangah.

Ia menjelaskan, pergeseran arah aliran sungai mengakibatkan jaringan irigasi terputus. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor pertanian, tetapi juga pada kebutuhan rumah tangga, karena banyak sumur warga yang mengering sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.

Pj Sekda Kota Padang juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah melakukan sejumlah langkah penanganan cepat, di antaranya suplai air bersih menggunakan mobil tangki ke lokasi terdampak, pembangunan sumur bor dangkal yang akan dikerjakan dalam waktu dekat, serta pembangunan hidran umum yang terhubung dengan jaringan pipa PDAM.

Menanggapi kondisi tersebut, kepada peserta rapat Gubernur Mahyeldi menegaskan permasalahan kekeringan harus ditangani secara cepat, tepat, dan terukur. Hal ini sejalan dengan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi cuaca panas masih akan berlangsung hingga akhir Januari hingga awal Februari 2026.

“Kondisi ini tidak bisa kita biarkan berlarut-larut. Kekeringan harus segera kita atasi agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih,” tegas Gubernur Mahyeldi

Mahyeldi juga menekankan pentingnya pemetaan secara detail terhadap titik-titik permasalahan penyediaan air bersih agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Ia memastikan, Pemprov Sumbar siap memberikan dukungan dan melakukan back up terhadap kebutuhan yang diperlukan Pemerintah Kota Padang.

“Kita harus memastikan di mana saja titik-titik yang masih bermasalah dalam penyediaan air bersih. Dari situ, kita tentukan langkah yang akan kita perkuat dan optimalkan bersama,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur juga mengingatkan akan potensi persoalan sosial baru jika persoalan air bersih ini berlangsung lama. Ia berharap, potensi tersebut dapat dimitigasi melalui kolaborasi dan sinergitas lintas instansi.

“Saya berharap jangan sampai ada warga yang berebut air bersih. Itu bisa memicu masalah baru. Karena itu, persoalan ini harus segera kita selesaikan bersama, semua pihak harus bersinergi,” tegasnya.

Gubernur Mahyeldi menargetkan penanganan kekeringan di Kota Padang dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan. Dengan tujuan, agar masyarakat dapat fokus menjalankan ibadah tanpa terkendala kebutuhan air bersih.

Baca juga: Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih Kebutuhan Paling Mendesak di Daerah Terdampak Bencana

Selain Gubernur dan Pj Sekda Kota Padang, rapat koordinasi juga dihadiri oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Para Kepala OPD terkait dari Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Direktur PDAM Kota Padang, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar. [*/adpsb]

Baca Juga

Berhasil Dorong 'Human Capital' BUMD Berdaya Saing, Gubernur Mahyeldi Terima IHCBA 2025
Berhasil Dorong 'Human Capital' BUMD Berdaya Saing, Gubernur Mahyeldi Terima IHCBA 2025
Menteri Kebudayaan Kunjungan Kerja ke Sumbar, Ini Harapan Sekda Provinsi Sumbar
Menteri Kebudayaan Kunjungan Kerja ke Sumbar, Ini Harapan Sekda Provinsi Sumbar
Peringatan Isra Mikraj 1447 H, Gubernur Sumbar Ajak ASN Jadikan Pekerjaan sebagai Ibadah
Peringatan Isra Mikraj 1447 H, Gubernur Sumbar Ajak ASN Jadikan Pekerjaan sebagai Ibadah
4.876 UMKM di Sumbar Terdampak Bencana, "Klinik UMKM Minang Bangkit" Diresmikan
4.876 UMKM di Sumbar Terdampak Bencana, "Klinik UMKM Minang Bangkit" Diresmikan
Perhutanan Sosial di Sumbar Capai 340 Ribu Hektare, Kesejahteraan Masyarakat Meningkat
Perhutanan Sosial di Sumbar Capai 340 Ribu Hektare, Kesejahteraan Masyarakat Meningkat
Buka Seleksi PHD Sumbar 2026, Gubernur Mahyeldi: Petugas Haji Mendampingi - Melayani
Buka Seleksi PHD Sumbar 2026, Gubernur Mahyeldi: Petugas Haji Mendampingi - Melayani