2 Guru Besar Farmasi Unand Dikukuhkan, Salah Satu Teliti Belut Jadi Suplemen dan Obat Luka

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com –  Universitas Andalas (Unand) mengukuhkan dua Guru Besar tetap dalam Bidang Ilmu Farmasetika pada Fakultas Farmasi di Gedung Convention Hall, Kampus Unand Limau Manis Padang, Rabu (8/6/2022).

Kedua Guru Besar tersebut adalah Prof. Apt. Henny Lucida, PhD dan Prof. Apt. Febriyenti MSi. Mereka dipasangkan kalung kehormatan oleh Ketua Dewan Profesor Unand Prof. Helmi PhD disaksikan Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) Prof. Syafrizal Sy, dan Dekan Fakultas Farmasi Prof. Apt. Fatma Sri Wahyuni, PhD.

Dalam orasinya Prof. Apt. Febriyenti MSi menyampaikan orasi ilmiah tentang ‘Belut sebagai Suplemen Kesehatan dan Obat Luka’, sedangkan Prof. Apt. Henny Lucida, PhD menyampaikan orasi ‘Nanostructured Lipid Carriers sebagai Sistem Penghantaran Tertarget Untuk Obat dan Kosmetika Bahan Alam’.

Rektor Yuliandri mengucapkan selamat kepada dua guru besar tetap Fakultas Farmasi yang baru saja dikukuhkan. Ia berharap pengukuhan dapat menyemangati dan mendorong dosen-dosen yang sudah ditetapkan sebagai guru besar menyegerakan untuk melaksanakan pengukuhan.

“Pengukuhan tidak hanya bersifat seremonial akademik, tetapi di balik itu juga terkandung simbol kemajuan dan peningkatan kualifikasi dosen Universitas Andalas,” ujar Yuliandri.

Prof. Yuliandri menambahkan, seiring dengan itu, jabatan akademik tertinggi yang telah disandang, tentunya juga tertumpang harapan agar terus mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk kemajuan tridharma perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Yuliandri berharap agar kedua Guru Besar terus berkarya mewujudkan cita-cita menjadikan Universitas Andalas sebagai universitas yang menebar manfaat bagi kejayaan bangsa.

“Harapan tersebut tertumpang, karena perguruan tinggi memiliki misi untuk menjaga dan terus memajukan peradaban negeri ini,” ulas Yuliandri.

Perguruan tinggi, lanjut Yuliandri, tidak sekadar berfungsi mencetak orang-orang dengan gelar sarjana, magister, doktor, maupun profesor. Namun juga harus mendorong dan memastikan sejauh mana sumber daya manusia yang terpelajar itu mampu dan terus berkonstribusi untuk kemajuan kehidupan masyarakatnya.

Ketua Dewan Profesor Unand Prof. Helmi PhD mengatakan orasi ilmiah yang disampaikan dapat membuka wawasan.

“Orasi ilmiah merupakan salah media bagi Guru Besar untuk menyebarluaskan temuan baru dalam bidang ilmu yang menjadi penugasannya serta menyampaikan gagasan untuk kemajuan pembagunan,” ujarnya.

Baca juga: Ini Daftar 7 Mahasiswa Unand yang Lolos Program IISMA 2022, Ada yang ke Hongaria dan Jerman

Ia berharap temuan dan gagasan yang disampaikan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dalam arti yang luas dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist