15 KONI Tolak Dukungan Tertulis Cabor/KONI Daerah Jadi Syarat Wajib Calon Ketum di Musorprovlub

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Sebanyak 15 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten/Kota di Sumatra Barat (Sumbar) membuat kesepakatan soal syarat menjadi calon Ketua Umum KONI Sumbar di ajang Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub)

Kesepatan 15 KONI itu adalah, menolak adanya surat dukungan dari Cabang Olahraga dan KONI daerah sebagai syarat wajib kandidat maju menjadi calon Ketua Umum KONI Sumbar.

Ketua Forum Koordinator Ketua KONI kabupaten/Kota se-Sumbar Tommy Irawan di Padang mengatakan pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan seluruh Ketua KONI kabupaten/kota di Sumbar untuk menolak hal ini.

Ia menjelaskan syarat dukungan dengan ambang batas 30 persen dari jumlah cabang olahraga yang ada, tidak diatur dalam AD/ADRT KONI. Bahkan syarat ini menjadi batu sandungan bagi calon yang ingin memajukan olahraga Sumbar.

Menurut dia saat ada Musorprov, KONI kota/kabupaten ini kerap diobok-obok oleh kepentingan calon yang meminta dukungan sebagai syarat untuk maju.

“Seakan-akan kami ini hanya dibutuhkan saat ingin pemilihan saja. Kami sepakat semua untuk memiliki satu kandidat dari salah satu Ketua KONI dan dukungan yang telah kita berikan ke calon sebelumnya tidak berlaku. Ini kesepakatan kami,” kata dia.

Selain itu, saat ini Plt Ketum KONI dan Sekum malah sibuk mengumpulkan dukungan sebagai syarat maju bukan mempersiapkan Musorprovlub ini dengan sebaik-baiknya.

“Panitia kabarnya sudah terbentuk namun ada celetukan mereka menunggu dukungan lengkap baru menggelar Rapat Koordinasi dengan Cabor dan KONI kota dan kabupaten. Ini kan tidak benar,harusnya kita Rakor dulu untuk menentukan tata cara Musorprovlub ini. Ada pembentukan steering committee, panitia hingga TPP,” kata dia.

Sementara Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon mengatakan dalam pertemuan itu ada 12 Ketua KONI Kota/Kabupaten yang berkumpul, semua sepakat dan menandatangani penolakan tersebut.

Sementara tiga Ketua KONI lain menyampaikan keikutsertaannya namun tidak dapat bergabung. Kemudian empat Ketua KONI yang tidak datang yakni Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok.

“Sejauh ini Kabupaten Solok akan ikut namun mereka terkendala beberapa hal,” kata dia.

Ia mengatakan seluruhnya bertekad agar olahraga Sumatra Barat ini menjadi baik dan dipimpin oleh orang yang benar-benar ingin memajukan olahraga.

“Kita ingin pemilihan ini demokrasi dan sportif dengan meniadakan surat dukungan ini karena ada pihak yang berusaha mengumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya agar dapat menang secara aklamasi. Kita solid memperjuangkan ini,” kata dia.

Selai itu surat dukungan ini membuat suasana kebatinan di kalangan olahraga menjadi tidak bagus bahkan menjadi terpecah belah dan terkotak-kotak.

“Kawan dekat bisa jadi lawan karena berbeda memberikan dukungan kepada calonnya masing-masing,” kata dia.

Ia menilai calon Ketum KONI Sumbar ini sebaiknya menyampaikan visi dan misi serta program apa yang dibawa untuk memajukan olahraga Sumbar ke depan dan biarkan pemilih hak suara yang menetukan suara mereka.

“Kita jengah dengan apa yang terjadi di olahraga Sumbar saat ini. Kita terkenal seantero nasional namun dalam hal negatif bukan persoalan positif olahraga,” kata dia.

Ia menyebutkan 15 Ketua KONI kabupaten/kota yang hadir adalah Kota Padang, Kota Solok, Sawahlunto, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang,Kabupaten Limapuluh Kota, Agam, Sijunjung, Pasaman,Pasaman Barat. Sementara Kabupatan Mentawai, Dharmasraya menyatakan keikutsertaan melalui panggilan telepon dan chat lewat aplikasi pesan.

Baca juga: Begini Tanggapan Mahyeldi usai Disinggung di Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Padang

“Kita sepakat menyuarakan itu dan mendorong agar pelaksanaan Musorprov ini dilaksanakan sesuai aturan dan sportif,” kata dia. [*/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist