138 Uang Palsu Dimusnahkan, BI Sumbar Minta Masyarakat Waspada

Penulis:
Ilustrasi Uang Palsu

Padangkita.com – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat menemukan uang rupiah palsu sebanyak 138 lembar sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Puji Atmokot, mengatakan angka itu lebih rendah dari temuan di kuartal pertama tahun lalu sebanyak 146 lembar.

“Sepanjang 2016, BI menemukan total 759 lembar uang palsu, dengan nominal pecahan yang dipalsukan untuk rupiah pecahan Rp100.000, pecahan Rp50.000, dan pecahan Rp20.000,” katanya.

Dia mengajak masyarakat lebih selektif mengenali keaslian uang rupiah, sehingga bisa mendeteksi dan melaporkan jika ditemukan rupiah palsu.

Sebelumnya, uang rupiah tidak layak edar senilai Rp 2,99 triliun dimusnahkan oleh Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Puji Atmoko, mengatakan Angka tersebut naik 161,15 persen dari kuarta sebelumnya yang berjumlah Rp1,14 triliun.

“Jumahnya naik 161,15 persen dibanding tiga bulan sebelumnya,” katanya, Kamis (11/05/2017).

Dia menambahkan, uang yang tidak bagus dan layak edar harus dimusnahkan dan diganti dengan yang baru. Menurutnya, uang yang beredar di masyarakat harus memiliki kualitas yang bagus.

Uang yang tidak layak edar menurutnya adalah uang lusuh yang kondisinya telah berubah seperti kena jamur, minyak, bahan kimia atau coretan. Lalu uang cacat, rusak seperti karena terbakar, berlubang, dan robek.

Adapun, pemusnahan uang tidak layak edar yang dilakukan Bank Indonesia tahun lalu di Sumbar mencapai Rp5,74 triliun. Tahun sebelumnya atau pada 2015, BI memusnahkan Rp6,51 triliun dan Rp4,45 triliun pada 2014.

“Tahun lalu uang yang dimusnahkan mencapai Rp5,74 triliun,” katanya lagi.

Jumlah uang yang diedarkan secara nasional per Maret 2017 mencapai Rp562,76 triliun. Puji mengajak masyarakat untuk memperlakukan uang dengan baik, agar usia layak edar uang bisa lebih lama.

Terpopuler

Add New Playlist