13 Jorong di Pasaman Barat Masih Dirundung Blank Spot, Ini Daftarnya

Penulis: Isran Bastian

Simpang Empat, Padangkita.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) terus berupaya mengurangi daerah yang mengalami Blank Spot (kawasan tanpa sinyal) di daerah berjuluk ‘Bumi Mekar Tuah Basamo’ tersebut.

Upaya yang telah dilakukan dengan mengusulkan pembangunan menara telekomunikasi dan melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk pembangunannya.

Berdasarkan data pada Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) setempat, pada tahun 2021 ada sebanyak 28 jorong yang mengalami blank spot. Namun, pada tahun 2021 itu juga telah dibangun sebanyak 16 tower dan saat ini tersisa 13 wilayah titik Blank Spot lagi.

“Ada satu kejorongan dibangun dua unit tower,” ujar Kepala Diskominfo Pasaman Barat, Edy Murdani melalui Kepala Bidang (Kabid) Layanan E-Government dan Aplikasi Sunarto.

Dia mengatakan, jika wilayah Blank Spot terus dikurangi, ini bakal mendukung majunya pembangunan di segala bidang.

Blank Spot adalah kondisi dimana suatu tempat tidak tersentuh atau tidak terjangkau sinyal komunikasi. Baik untuk komunikasi analog seperti jaringan telepon atau komunikasi digital seperti jaringan internet. Bila suatu tempat terjadi Blank Spot, maka akan sulit terjadi komunikasi dua arah.

“Berdasarkan SK Bupati Pasaman Barat tahun 2021 yang dikeluarkan 3 September wilayah Blank Spot tercatat sebanyak 28 jorong,” kata Sunarto di Simpang Empat, Senin (14/2/2022).

Adapun wilayah yang masuk dalam wilayah blank itu adalah Jorong Enam Koto Selatan Kinali, Pegambiran Parit, Tamiang Ampalu Parit, Rura Patontang Parit, Rantau Panjang Sasak, Tanjung Jorok Pondok Sasak, Koto Sawah Ujung Gading, Batang Gunung Ujung Gading, Sibatutu Talang Kuning Rabi Jonggor, Guo Rabi Jonggor, Siligawan Gadang, Pulau Panjang Air Bangis.

Kemudian, Teluk Tapang Air Bangis, Ranah Panantian Air Bangis, Pigago Pati bubur Air Bangis, Tombang Kajai, Lubuak Sariak Sunuruik, Mudiak Simpang Kajai, Sarasah Betung Sungai Aua, Sarasah Talang Sungai Aur, Sopo Bawak Sungai Aur, Bayang Tengah Sungai Aur, Taming Tengah Batahan, Sigantang Batahan, Taming Julu Batahan, Silayang Mudiak Batahan, Sawah Mudik Batahan, dan Siduampan Batahan.

Akan tetapi, dengan telah dibangunnya beberapa tower menara komunikasi pada tahun 2021 lalu maka daerah Blank Spot di Pasaman Barat semakin berkurang. Namun, pihaknya terus melakukan upaya hingga Blank Spot habis di Bumi Mekar Tuah Basamo.

“Di tahun 2022 ini hanya tinggal 13 jorong lagi wilayah Blank Spot. Semoga jorong-jorong ini juga bisa kita sediakan jaringan telekomunikasi, sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Sementara jorong yang masih blank spot ada sebanyak 13 wilayah lagi yaitu Jorong Sawah Mudik Batahan, Jorong Silayang Mudiak Batahan, Jorong Sigantang Batahan, Jorong Taming Tengah Batahan, Jorong Taming Julu Batahan, Jorong Rura Patontang Parit. Jorong Ranah Panantian Air Bangis, Jorong Pulau Panjang Air Bangis, Jorong Guo Rabi Jonggor, Siligawan Gadang Rabi Jonggor, Jorong Sarasah Talang Sungai Aur dan Jorong Sarasah Betung Sungai Aur.

“Sementara untuk di Jorong Tombang ini akan kita pasang VSAT. Dalam waktu dekat ini semoga bisa kita kerjakan,” ujar Sunarto.

Baca Juga : DPRD Pasbar Sahkan Rancangan Perda SOTK yang Baru, Berikut Susunannya 

VSAT atau Very Small Aperture Terminal adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit yang kemudian satelit nantinya akan meneruskan sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. [rom/isr]

Terpopuler

Add New Playlist