Setelah Dilantik, Ini Target 100 Hari Kerja Bupati Mentawai

Pelantikan Bupati Mentawai terpilih. (Foto: dok. Padangkita.com)

Padangkita.com – Setelah resmi dilantik, langkah pertama untuk 100 hari kerja duet bupati dan wakil bupati Kepulauan Mentawai periode 2017-2022 adalah memfokuskan peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan dua bidang itu merupakan persoalan terbesar di Mentawai, selain infrastruktur, transportasi, kelautan perikanan, dan sektor lainnya.

“Untuk 100 hari pertama, kami prioritaskan untuk bidang pendidikan dan kesehatan. Karena memang ini persoalan utama di Mentawai,” katanya, Senin (22/5/2017) lalu.

Yudas menuturkan belum seluruh daerah terlayani akses pendidikan karena luas wilayah Mentawai dan terbatasnya transportasi. Namun, pemerintahannya akan meningkatkan fasilitas pendidikan, dengan mendirikan sekolah filial.

Sekolah filial atau kelas jauh diyakini mampu memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang jauh dari fasilitas sekolah.

Selain itu, untuk kesehatan juga didorong peningkatan status puskesmas di setiap kecamatan menjadi puskesmas plus, sehingga mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan yang memadai.

“Selama ini, rujukannya ke RSUD di Tuapejat. Tetapi jarak antar pulau sangat jauh, kami lagi kaji skema paling tepat, apakah menaikan status puskesmas menjadi puskesmas plus,” kata Yudas.

Pasangan Yudas Sabaggalet dan Kortanius Sabeleake resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai periode 2017-2022.

Pelantikan dilakukan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai di Aula Gubernuran Sumbar, Kota Padang.

Sebelumnya, pasangan ini berhasil mengalahkan pasangan Rijel Samoloisa dan Binsar Saleleubaja dalam pemilihan kepala daerah 2017 yang digelar Rabu 15 Februari lalu. Mereka meraup 22.805 suara dari pengguna hak suara sebanyak 42.104.

Politisi berumur 53 tahun itu merupakan Bupati Kepulauan Mentawai periode 2011-2016. Saat itu, ia berpasangan dengan Rijel Samoloisa sebagai Wakil Bupati.

Yudas dikenal sebagai aktivis sejak menjadi mahasiswa di Universitas Bung Hatta. Ia aktif di Pemuda Pelajar Mentawai (IPPMEN) dan PMKRI Padang.

Politisi PDI Perjuangan ini pun ikut mendirikan Yayasan Citra Mandiri (YCM) Mentawai. Ia menjabat sebagai direktur pada tahun 1995-1996.

Pada tahun 2000, pria kelahiran Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan itu, masuk ke dunia politik dengan menjadi anggota DPRD Kepulauan Mentawai periode 2000-2004. Karir politiknya pun berlanjut sebagai Wakil Bupati Mentawai mendampingi Bupati Edison Saleleubaja.

Baca juga:
Sosiolog Unand: Mengubah Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Butuh Pendekatan Kultural

Sedangkan Wakil Bupati Kortanius Sabeleake juga dikenal sebagai aktivis Mentawai. Dia ikut mendirikan YCM Mentawai bersama Yudas pada tahun 1995. Korta kemudian menjabat Direktur YCM Mentawai menggantikan Yudas periode 1997-2004.

Pria kelahiran 51 tahun lalu itu mulai berpolitik di Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB). Kemudian pindah ke Partai Persatuan Daerah dan terpilij sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mentawai periode 2004-2009.

Pada tahun 2011, Korta pindah ke Partai Golkar Mentawai dan diamanahkan sebagai Ketua DPD. Dia terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019 setelah bertarung di pemilihan legislatif 2014.

Pasangan Yudas-Korta diusung koalisi partai besar. Di antaranya, Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia, NasDem, Golkar, PAN, Gerindra, PKS dan PBB.