Presiden: Berikan Pemahaman, Stop Saling Hujat dan Cela

Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

Padangkita.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para tokoh lintas agama berikan penjelasan atas beragam persoalan yang muaranya pada kasus politik kepada masyarakat.

Menurutnya, para tokoh lintas agama harus bisa memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang persoalan politik atau persoalan agama agar bisa dipilah-pilah.

“Berikan pemahaman kepada masyarakat yang mana wilayah politik, yang mana wilayah hukum, yang mana wilayah agama, biar pilah-pilah, pisah-pisah, jangan dicampur aduk. Kita sekarang ini mulai campur aduk,” kata Presiden, Selasa (23/05/2017).

Presiden mengajak agar peristiwa yang terjadi dalam 6-8 bulan terakhir bisa dijadikan pelajaran.

“Hal ini semoga bisa menjadikan masyarakat lebih dewasa, menjadikan masyarakat lebih matang dalam berpolitik, melihat apakah ini politik atau apakah melihat ini sebagai sebuah peristiwa hukum, bisa memilah-milah,” tambahnya.

“Kita semuanya kembali fokus kepada tujuan utama kita berbangsa dan bernegara. Jangan kita terframing, terjebak pada isu- isu seperti 6-8 bulan ini yang menghabiskan saving energi kita, menghabiskan tabungan energi kita untuk hal-hal yang sebetulnya bisa kita pakai untuk memajukan negara ini, membentuk negara kita Republik Indonesia ini,” lanjutnya.

“Jadi tolong disampaikan terus kepada masyarakat bahwa tujuan utama kita jelas yaitu menciptakan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,” sambung Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meminta para tokoh lintah masyarakat agar mengajak masyarakat jangan banyak berdebat untuk sesuatu yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan musyawarah.

“Jangan kita ini saling menghujat padahal energi itu bisa kita pakai untuk membangun negara ini. Jangan kita saling menyalahkan yang menghabiskan tenaga dan pikiran kita padahal energi itu bisa kita pakai untuk membangun negeri ini,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta agar jangan kita menghabiskan tenaga, energi untuk saling menjelekkan di antara. Ia mengingatkan, bahwa kita ini saudara.

“Ini harus kita ingat-ingatkan terus peristiwa-peristiwa di negara yang lain, kalau sudah bertikai itu kayak apa jadinya,” pinta Presiden seperti dilansir dari laman setkab.

Baca juga:
PUSaKO Unand Gelar Lokakarya tentang Ranperda Penanaman Modal