Pemuda Solok Selatan Bicara Tentang Generasi Muda dan Pertanian di Level Internasional

Yasiman dari Solok Selatan yang mewakili Rimbawan Muda Indonesia, berpose bersama pemuda lainnya, dalam pertemuan internasional tentang generasi muda dan pertanian di Bogor, Jawa Barat, 12 Agustus 2017. (Foto: http://rmibogor.id/)

Padangkita.com – Pemuda dari dari Jorong Sungai Lambai, Kabupaten Solok Selatan, mewakili Indonesia untuk belajar, saling berbagi dan menyuarakan berbagai situasi anak muda Indonesia dalam hal keterlibatan mereka dengan pertanian di Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang diadakan bersamaan dengan Hari Pemuda Internasional yang dirayakan 12 Agustus, mengangkat tema “Generasi Muda dan Pertanian”. Pemuda dari Solok Selatan, selama tiga hari penuh berdiskusi dan berkegiatan bersama pemuda dan pemudi lain dari Bangladesh, India, Kamboja dan Filipina.

Indra dari Rimbawan Muda Indonesia (RMI) mengatakan, rangkaian acara untuk mendorong perhatian akademisi, organisasi masyarakat dan pemerintah dalam kegiatan positif kepemudaan khususnya di bidang pertanian.

Pemuda dari Solok Selatan mengikuti pertemuan internasional tentang acara ini diselenggarakan dalam rangkaian seminar dan lokakarya bertajuk “Securing the Future: Land Rights for Rural Youth”–atau Memastikan Masa Depan: Hak atas Tanah bagi Generasi Muda.

Dalam acara ini, dilaksanakan diskusi antar pemuda/i dan dengan para peserta dewasa serta kunjungan ke salah satu desa di Bogor, Jawa Barat, untuk mengajak para pemuda/i saling mendukung agar generasi muda terus terlibat dan melanjutkan pengelolaan sumber daya alam, termasuk pertanian, di wilayah mereka.

Pemuda dari Jorong Sungai Lambai yang mewakili RMI, Yasiman mengaku, bersama kawan-kawan muda lainnya juga mengikuti seminar yang disampaikan oleh Profesor Benjamin White dari International Social Studies Den Haag, Belanda yang menyampaikan kuliah umumnya berjudul “Youth, Land, and the Future of Farming”– Anak muda, Tanah dan Masa Depan Pertanian.

“Saya belajar banyak dari kegiatan ini. Bahwa anak-anak muda perlu diberi kesempatan untuk terlibat dalam pengelolaan pertanian, karena ini merupakan generasi yang akan melanjutkan pertanian kita di masa depan,” jelas Yasiman.

Acara ini diselenggarakan oleh Rimbawan Muda Indonesia (RMI), bekerjasama dengan empat organisasi lain dari Kamboja (Farmers Nature Net/FNN), Bangladesh (Community Development Association/CDA), India (Ekta Parishad), dan Filipina (Asia Farmers Association/AFA) dalam platform International Land Coalition (ILC) Asia.

Selain itu Terre des Hommes Germany di bawah kampanye Our Rivers Our Lives (OROL) juga merupakan pihak yang tertarik mendukung terlaksananya kegiatan ini karena fokus mereka dalam memastikan generasi muda mendapatkan haknya atas lingkungan hidup.

Baca juga:
Pemerintah: Perppu Ormas untuk Menjaga dan Merawat NKRI

RMI sendiri adalah organisasi nirlaba yang didirikan tahun 1992 di Bogor yang memiliki fokus pada pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat, termasuk bagi perempuan dan generasi muda.

Sementara ILC Asia adalah koalisi organisasi masyarakat lokal, nasional, dan regional di level Asia yang beranggotakan 45 organisasi dari 13 negara

Sedangkan Our Rivers Our Lives adalah kampanye sungai dan hak anak di tingkat Asia Tenggara yang beranggotakan 7 organisasi dari 7 negara (Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Filipina, Myanmar dan Indonesia).