Pemkab Pessel Upayakan Peningkatan Produktivitas Sapi

 

Sapi Pasisia. (Foto: www.sumbarprov.go.id)

Padangkita.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menargetkan kegiatan Upaya Khusus Sapi dan Wajib Bunting (Upsus-Siwab). Targetnya adalah 10.540 akseptor dari sekira 80.000 ekor sapi yang dipelihara oleh masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Pessel, Hazrita melalui Kabid Produksi, Yusmal menjelaskan untuk target Upsus-Siwab 2017 sebanyak 9.412 akseptor Insiminasi Buatan (IB) terhadap sapi peliharaan masyarakat dengan realisasi 10.481 dari akseptor.

“Jumlah ini meningkat dibandingkan pada tahun 2016 sebanyak 5,105 akseptor atau 195,91 %,” katanya dikuti dari humas, Kamis (30/08/2018).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, hasil capaian IB sampai akhir juli 2018 sebanyak 5.777 akseptor 54,81 %, hewan yang bunting sebanyak 3.844 ekor dan angka kelahiran sebanyak 2.122 ekor. Adapun petugas pelayanan lapangan Insiminasi Buatan (IB) sebanyak 22 orang. Untuk tahun ini terjadi penambahan Pos IB untuk 2 kecamatan yaitu, kecamatan Silaut dan kecamatan Basa Ampek Balai Tapan

Menurut Yusmal, usaha beternak merupakan andalan pendapatan masyarakat Pessel yang mayoritas hidup sebagai petani. Sapi di Pessel cukup diminati oleh pedagang yang datang dari luar daerah.

“Hal ini disebabkan kualitasnya yang baik dan dagingnya gurih serta terjaga kesehatannya,” katanya lagi.

Pemda Pessel juga mengajak para petani peternak Pessel dihimbau agar induk sapi peliharaan supaya mendapatkan pelayanan Isiminasi Buatan ( IB) dengan bibit unggul antara lain, bibit Brahman dan Simental.

Bibit sapi ini memiliki prosfek cerah dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi pertumbuhan anak sapi cepat besar, harga jual tinggi di pasaran.

Keberhasilan para petani dalam usaha beternak sapi dan kerbau sangat tergantung pemeliharaannya, bila pemeliharaan dilakukan dengan baik dengan sistim di kandangkan, usaha ini akan mampu meningkatkan ekonomi keluarga, kemudian berbagai pembangunan akan tumbuh dan berkembang di masa mendatang .

Kepada masyarakat juga diminta agar tidak menjual induk sapi yang produktif, hal tersebut dimaksud agar populasi sapi betina akan terus berkembang sebagai sumber ekonomi keluarga. Bila induk sapi produktif dijual, dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi para petani peternak di daerah ini.

Baca juga:
Cegah LGBT, Sumbar Wacanakan Perda