Pedagang Tanyakan Kelanjutan Pembangunan Pasar Ateh

Padangkita.com – Ratusan pedagang Pasar Ateh yang menjadi korban kebakaran Oktober 2017 lalu, mendatangi kantor Balaikota Bukittinggi.

Ketua Pengurus P4B Azwir Ibrahim mengatakan, kedatangan pedagang kali ini untuk meminta kejelasan dari Wali Kota, terkait kelanjutan penampungan dan Pasar Ateh. Karena sampai saat ini, banyak informasi simpang siur yang diterima pedagang.

“Kami ingin dengar langsung dari Wali Kota tentang kelanjutan penampungan, dimana lokasinya dan bagaimana pembagiannya. Selanjutnya, bagaimana pembangunan Pasar Ateh, apakah dibangun baru atau tidak. Karena banyak isu, pembangunan baru Pasar Ateh, tidak mungkin dilakukan. Itu membuat pedagang risau dan karena itulah kami datang ke Balaikota,” ujarnya, Senin (02/04/2018).

Menanggapi kedatangan pedagang itu Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias menjelaskan, bahwa saat ini telah selesai pembangunan penampungan sebanyak 497 kios dari 763 yang dibutuhkan.

“Sementara itu untuk 266 penampungan lainnya, akan segera dibangun dengan menggunakan dana APBD 2018. Selain itu, juga akan dibangun 542 kios untuk PKL. Pemko Bukittinggi berharap pengertian pedagang bahwa penampungan sifatnya sementara, hingga pembangunan Pasar Ateh selesai,” terangnya.

Untuk 266 penampungan lagi sambung M. Ramlan Nurmatias, akan dibangun di Jalan Kumango dan Sodagar. Sedangkan 542 untuk PKL, kita rencanakan di Jalan Lereng. Untuk jalan Minangkabau tidak diizinkan penampungan, karena akan menjadi lalu lintas untuk pembangunan Pasar Ateh.

“Banyak kendaraan bertonase besar yang akan keluar masuk di kawasan itu. Makanya kita tidak izinkan penampungan di Mianangkabau dan Ahmad Yani,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan kembali Pasar Ateh sambung M. Ramlan Nurmatias, pemerintah akan membangun sebanyak 763 toko dengan ukuran 3×4 per tokonya. Pada bangunan baru nantinya, akan disediakan sarana parkir untuk bisa menampung 700 mobil.

“Semua pembangunan akan dibiayai pemerintah pusat dengan dana sebesar 400 M. Itu sudah disanggupi oleh pemerintah pusat. Saat ini sedang masuk tahapan desain bangunan. Dan pusat pun mengharapkan proses pembangunan selesai dalam waktu 1,5 tahun. Selain itu, kita di pemerintah kota baru saja selesai tender untuk pembongkaran bangunan lama Pasar Ateh,” ungkapnya.

Baca juga:
AJI Bukan Saja Miliki Ketua dan Sekjen Baru, Tapi Juga Kode Prilaku

Pemko Bukittinggi mengimbau pedagang untuk tidak terpengaruh isu yang akan memecah belah pedagang. Sehingga tidak ada lagi kemelut dan kesalahpahaman antar pedagang sendiri, yang berdampak pada kelanjutan pembagian penampungan sendiri.

Guspra Koto