Mahyeldi dan Nasrul Abit Tinjau Wilayah Terdampak Banjir di Padang

Padangkita.com – Pasca hujan dengan curah tinggi yang melanda Kota Padang dan sekitarnya sejak Jumat siang (2/11) kemarin, setidaknya telah menyebabkan terjadinya banjir dan genangan air serta beberapa jenis bencana lainnya di Kota Padang. Tak hanya banjir juga terjadi longsor, air bah, jembatan putus, pohon tumbang dan lain sebagainya.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah pun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terkena dampak bencana tersebut.

Sabtu (3/11) pagi, Walikota Padang langsung menuju lokasi yang terkena banjir. Sekitar pukul 08.30 WIB, Wako Mahyeldi sampai di Baringin dan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan. Di sini Walikota melihat langsung korban banjir, meninjau langsung kondisi jembatan yang putus dan rusak akibat air bah.

“Akhir-akhir ini curah hujan di Kota Padang memang cukup tinggi. Karena itu kepada masyarakat khususnya yang berada di zona rawan bencana agar tetap waspada dengan tingginya curah hujan yang diprediksi hingga akhir Desember,” imbau Mahyeldi dikutip dari humas, Sabtu (03/11/2018).

Setelah itu, walikota pun bersama rombongan lainnya bertolak menuju daerah Bungus Teluk Kabung. Di sana walikota juga melihat langsung rumah warga yang terendam banjir serta kerusakan-kerusakan yang disebabkan banjir kemarin. Dalam kesempatan itu ia juga didampingi Kepala BPBD Padang, camat serta lurah setempat, Kabag Humas Imral Fauzi dan pihak terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugian akibat bencana banjir dan sebagainya itu. Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kota Padang, akibat hujan dengan curah tinggi dari pukul 13.00 WIB – 17.40 WIB Jumat kemarin, telah menyebabkan beberapa bencana di beberapa titik di Kota Padang.

Seperti di Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab), tepatnya di Bungus Timur Lubuk Hitam Cindangkir banjir disusul air baha menyebabkan satu unit jembatan putus. Kemudian di RW 08 Perumnas Alai, Bungus Barat terkena banjir dengan ketinggian air 90 cm, RW 04 dan RW 05 dekat kantor lurah ketinggian air 80 cm dimana terdapat sebanyak 240 KK di sana.

Baca juga:
Bocah 7 Tahun Derita Gizi Buruk di Padang

Selanjutnya di RT 02 RW 04 Jarwai Simpang Empat Bungus dekat Masjid Nurul Hidayah, Bungus Barat memakan korban 1 jiwa berusia 6 tahun karena hanyut terbawa arus air.

Sementara itu di Kecamatan Lubuk Kilangan, menimpa kawasan Baringin dengan air yang sungai yang meluap sudah melebihi ketinggian jembatan dan menyebabkan kondisi jembatan dalam keadaan rusak parah.

Tak hanya itu, juga di Lubuk Sarik, Kelurahan Baringin terjadi longsor dan pohon tumbang yang menghambat akses jalan umum. Lalu masih di Kelurahan Baringin 1 unit rumah hanyut terbawa arus, serta jl. Raya Padang-Solok (Lubuk Paraku) longsor disertai pohon tumbang sehingga menghambat akses jalan.

Selanjutnya di RT 06 RW 01 Kelurahan Tarantang sebanyak 15 unit rumah terdampak air bah ketinggian air 60-70 cm disusul RT 02 RW 02 Kelurahan Baringin terkena air bah ketinggian air 60-70 cm dengan terdapat 25 KK 103 jiwa di sana.

Sementara itu di Kecamatan Lubuak Bagaluang yaitu di Komplek Arai Pinang air tergenang setinggi 30-40 cm dan Komplek Griya Elok Arai Pinang ketinggian air berkisar30-50 cm.

Berikut kawasan Batuang Taba ketinggian air 70-100 cm, Gurun Laweh ketinggian air 70-100 cm, RT 01 RW 04 Koto Baru sebanyak 50 KK terdampak air bah serta juga di depan PAUD Wisma Utama Ujung Tanah 9 KK terdampak air bah dan 1 unit rumah kayu roboh yang dihuni 1 KK beranggotakan 4 jiwa.

Selanjutnya di Kecamatan Padang Selatan yaitu banjir di RT 03 RW 07 ketinggian air 80-100 cm, Seberang Palinggam RT 02 RW 03 dan Seberang Padang Selatan III RT 02 RW 04 ketinggian air 80-100 cm dengan 200 unit rumah terdampak air bah.

Kemudian di Kecamatan Padang Utara kawasan Alai Parak Kopi ketinggian air 80 cm, RT 01-05 RW 11 Kampung Pinang Alai Parak Kopi dengan terdapat 650 KK. Disusul RT 13 RW 03 Kampung halaman Parak Kopi dengan 20 KK.

Untuk di Kecamatan Pauh, terdepat air tergenang di seputaran Alai Kelurahan Kapalo Koto dengan ketinggian air 30-50 cm.

Baca juga:
Foto: Ganasnya Dampak Abrasi di Padang Pariaman