Jika Kalah Lawan Perseru Serui, Semen Padang FC Tamat

Semen Pdang FC (Foto: MO Semen Padang)

Padangkita.com – Semen Padang FC akan menjalani laga hidup mati kala menghadapi Perseru Serui dalam lanjutan Liga 1 Indonesia pekan ke 32, Sabtu (28/10/2017) di Stadion GOR Haji Agus Salim Padang.

Pelatih Semen Pdang FC, Syafrianto Rusli mengatakan laga menghadapi Perseru Serui ibarat laga final bagi tim yang berjuluk Kabau Sirah tersebut.

Dan menuurtnya, untuk pertandingan besok Semen Padang FC hanya mau memperoleh kemenangan. Karena dengan kemenangan Semen Padang FC bisa beranjak dari zona degradasi.

“Boleh dikatakan melawan Perseru adalah pertandingan Final. Dan kami maunya menang,” katanya kepada wartawan, Jumat (27/10/2017).

Semen Padang FC saat ini berada di peringkat ke 16 dengan raihan 29 poin sedangkan Perseru berada di peringkat 15 dengan raihan poin 31 dengan total pertandingan yang sama yakni 31 laga.

Syafrianto menegaskan Semen Padang FC tidak ingin tampil jelek dan gagal meraih poin saat menghadapi Perseru di hadapan pendukungnya sendiri di Agus Salim Padang.

“Tergelincir berarti kiamat. Kami tak ingin itu terjadi. Saya dan para pemain juga sudah sepakat untuk memberikan yang terbaik bagi Semen Padang.” katanya lagi.

Dilaga kali ini, Semen Padang FC harus kehilangan 3 pilarnya yakni Jandia Eka Putra, Rudi, dan Mukhlis Hadining. beruntung Marcel bisa kembal dimainkan setelah diparkir dalam 2 pertandingan.

Seperti diketahui, Semen Padang FC tengah dalam bahaya. Bagaimana tidak, tim kebanggaan urang awak tersebut harus rela turun peringkat ke zona degradasi.

Hal itu tidak lepas dari efek kekalahan 2-0 di kandang Persija Jakarta, Minggu (22/10/2017) malam dalam lanjutan pekan ke-31 liga 1 indonesia. Sedangkan saat bersamaan Perseru Serui berhasil mengalahkan tim kuat Persipura Jayapura dengan skor tipis 2-1.

Dengan kekalahan itu Semen Padang FC terisolir keperingkat ke-16 dengan 29 poin, berjarak dua poin dengan Perseru Serui di zona aman.

Berada di ambang degradasi adalah antiklimaks dari peforma Semen Padang FC yang notabene adalah salah satu kekuatan sepak bola di Indonesia. Sempat digadang-gadang menjadi pesaing kuat juara di awal musim, Semen Padang FC harus menerima kenyataan menjadi tim pesakitan di papan bawah klasemen.

Peforma buruk Kabau Sirah bermula di putaran kedua. Sempat bermain apik dengan mengalahkan Persegres Gresik 4-1 dipekan ke-18, Kabau Sirah melanjutkan menahan imbang tuan rumah Sriwijaya FC 0-0. Namun memasuki pekan ke-20, peforma Semen Padang FC mengalami penurunan drastis. Bermain di kandang sendiri, Kabau Sirah dihajar Bali United 3-1.

Sejak itu, peforma Semen Padang FC tak pernah stabil lagi. Predikat tim yang selalu menakutkan bagi tim tamunya hilang begitu saja. Dari pekan ke-20 sampai dengan ke-31 Kabau Sirah tidak lagi mampu meraih sekalipun kemenangan.

Terhitung setelah hasil imbang tandang di Palembang, Semen Padang FC tidak pernah menang dalam tiga belas laga beruntunnya. Dengan catatan 9 kekalahan dan 4 hasil imbang. Dengan Empat hasil kekalahan dan dua hasil imbang di antaranya malah diderita di kandang sendiri. Hasilnya Semen Padang FC terperosok ke zona degradasi.