Investasi April-Juni Diklaim Serap 345 Ribu Tenaga Kerja

Industri (Foto: setkab.go.id)

Padangkita.com – Pemerintah mengklaim realisasi investasi sepanjang triwulan II tahun ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 345.323 tenaga kerja.

Total realisasi investasi dari periode April hingga Juni 2017, baik itu dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp170,9 triliun atau meningkat 12,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp151,6 triliun.

“Capaian triwulan II ini merupakan harapan untuk mencapai target investasi 2017 yang ditetapkan sebesar Rp678,8 triliun,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Menurutnya, realisasi investasi pada Triwulan II ini tidak terlepas dari dikeluarkannya berbagai paket kebijakan ekonomi, yang diharapkan implementasinya akan semakin dapat dirasakan oleh kalangan dunia usaha dan dampaknya meningkatkan investasi.

Ia merinci, selama triwulan II, realisasi PMDN sebesar Rp61,0 triliun, naik16,9 persen dari Rp52,2 triliun pada periode yang sama tahun 2016 dan PMA sebesar Rp109,9 triliun, naik 10,6 persen dari Rp99,4 triliun pada periode yang sama tahun 2016.

Sementara itu, Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menjelaskan, realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan II tahun 2017 mencapai 345.323 orang dengan rincian sebanyak 104.255 orang pada proyek PMDN dan sebanyak 241.068 orang pada proyek PMA.

“Capaian realisasi penyerapan tenaga kerja ini merupakan tambahan tenaga kerja yang dapat diserap oleh kegiatan investasi yang terealisasi pada periode Triwulan II tahun 2017 ini. Angka capaian serapan tenaga kerja yang positif ini dapat mendorong upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja,” papar Azhar.

Kepala BKPM Thomas Lembong menjelaskan peningkatan sebaran investasi di luar Jawa. Menurutnya, sebaran investasi di luar Jawa semakin meningkat menjadi Rp79,7 triliun atau setara dengan 46,6 persen dari total investasi.

“Realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp91,2 triliun atau masih setara 53,4 persen dari total investasi,” ujarnya.

BKPM mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah, DKI Jakarta  sebanyak Rp24,8 triliun atau dengan porsi 14,5 persen, Jawa Barat Rp24,8 triliun atau 14,5 persen, Jawa Timur Rp21,3 triliun atau 12,5 persen, Banten Rp11,5 triliun atau 6,7 persen dan Sumatera Selatan Rp10,6 triliun atau 6,2 persen.

Baca juga:
Kembangkan Pariwisata, Sumbar Join Investasi dengan Australia

Dari sektor usaha sebagian besar investasi adalah di sektor pertambangan sebesar Rp20,8 triliun atau dengan porsi 12,2 terhadap total investasi, listrik, gas dan air sebesar Rp19 triliun atau 11,1 persen.

Selanjutnya sektor industri makanan Rp18,9 triliun atau 11,1 persen, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebesar Rp17,5 triliun atau 10,2 persen, dan industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi Rp12,8 triliun atau 7,5 persen.