Hipoksia Bisa Sebabkan Kematian, Tim Dokter Edukasi Pemain Semen Padang FC

Tim dokter Semen Padang FC memerikan pelatihan singkat mengenai penanganan awal jika terjadi benturan antar pemain yang bisa menyebabkan hipoksia (Foto: MO SPFC)

Padangkita.com – Pelatihan dan edukasi pertolongan pertama jika terjadi benturan antar pemain sepakbola hingga bisa menyebabkan hipoksia yang berujung kematian dilakukan oleh tim Semen Padang FC.

Edukasi dan praktek penangangan ini dilakukan di sela-sela latihan rutin yang dilakukan oleh tim Semen Padang FC di lapangan latihan Semen Padang FC di kawasan Indarung Padang.

Media Officer Semen Padang FC, Roni Putra mengatakan pelatihan tersebut diberikan oleh dokter tim SPFC, Ibrahim Iskandar kepada pemain Kabau Sirah jelang laga melawan Mitra Kukar.

“Menyikapi kejadian yg terjadi pada alm. Choirul Huda, tim SPFC langsung menggelar simulasi kecelakaan di lapangan,” katanya kepada wartawan, Kamis (19/10/2017).

Roni menambahkan hal ini penting diketahui oleh para pemain sendiri sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan, para pemain bisa memberikan penanganan awal sebelum tim medis datang.

Simulasi penanganan tersebut diperagakan oleh Mofu dan Novrianto. Mereka diajarkan oleh tim dokter bagaimana penanganan awal cedera yang bisa dikatakan fatal tersebut.

Seperti diketahui, hipoksia dituding menjadi penyebab meninggalnya kiper Persela, Choirul Huda yang mengalami benturan keras di bagian dada dan rahang bawah dalam.

Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr Soegiri Lamongan, dr Yudistiro Andri Nugroho, menyebut ada kemungkinan Choirul mengalami trauma pada bagian kepala dan leher. Trauma tersebut bisa saja membuat kerusakan pada otak, termasuk bagian yang mengatur napas dan denyut jantung.

“Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan henti napas. Itu analisis awal kami, karena tim kami gak sempat melakukan scaning, karena mas Huda tidak layak transport dengan kondisi kritis seperti itu,” ungkap dalam keterangan pers, baru-baru ini.

Penyebab hipoksia sendiri cukup banyak dan beragam. Situs WebMD menyebut keracunan gas, kadar oksigen rendah, gangguan irama jantung, gangguan paru-paru hingga anemia dan pengaruh obat-obatan dapat menyebabkan hipoksia.

Sementara gejalanya bisa terlihat dengan jelas dan muncul mendadak. Umumnya pasien hipoksia akan mengalami napas pendek, berkeringat, sesak napas dan napas berbunyi.

Baca juga:
20 Kasus Difteri di Sumbar, Kota Padang Belum Ada Laporan