BMKG: Gempa di Painan Disebabkan Aktivitas Sesar Mentawai

Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika memprediksi gempa dengan kekuatan 4,6 skala richter (sr) yang terjadi pada minggu (17/12/2017) disebabkan oleh aktivitas sesar aktif mentawai. (Foto: Ist)

Padangkita.com – Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika memprediksi gempa dengan kekuatan 4,6 skala richter (SR) yang terjadi pada minggu (17/12/2017) disebabkan oleh aktivitas sesar aktif mentawai.

Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di daerah Painan dan Padang dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau (II-III MMI). Beberapa masyarakat telah melaporkan merasakan guncangan di Painan dan Padang.

Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang, Rahmat Triyono mengatakan ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif mentawai. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu penyesaran mendatar (strike slip fault).

“Mekanisme sumber ini sesuai dan relevan dengan kondisi sesar Mentawai yang memiliki pergerakan mendatar di kedalaman 18 km di daerah tersebut,” katanya dalam keterangan persnya yang diterima padangkita.com, Senin (18/12/2017).

Menurutnya, sesar Mentawai merupakan sesar aktif yang berlokasi di laut sekitar kepulauan Mentawai berjarak sekitar 150 km dari pantai barat Sumateta yang memanjang dari pulau-pulau Mentawai dari Selatan hingga ke hingga ke sekitar Utara Nias.

Historis gempa bumi merusak yang pernah terjadi pada sesar aktif mentawai yang berdekatan pada lokasi tersebut yaitu gempabumi pada tanggal 2 Juni 2016 jam 05:56:02 dengan kekuatan M=6.5 yang menimbulkan kerusakan ringan di Painan dan dirasakan di Painan, Solok, Mukomuko, dan Sikakap Kep. Mentawai IV-V MMI, Padang, dan Sipora Kep. Mentawai IV MMI, Pariaman, Agam, Batusangkar dan Padangpanjang III-IV MMI, 50 Kota, Pasaman Barat, Sijunjung, Sungai Penuh dan Kerinci III MMI, Pasaman dan Pekanbaru II-III MMI.